Skripsi
Aktivitas antioksidan dan antidiabetes ekstrak campuran tanaman beluntas (pluchea indica less) dan sirih hijau (piper betle linn) / Yolanda Anastasia Putri
Abstrak
Penderita penyakit diabetes mellitus terus meningkat dari waktu ke waktu. Penyakit ini ditandai dengan kondisi hiperglikemia (kadar gula yang tinggi) kronis akibat kelainan sekresi insulin dan kerja insulin atau keduanya. Pada keadaan hiperglikemia yang kronik pembentukan radikal bebas akan meningkat pada proses transpor elektron dan aktivitas antioksidan mengalami penurunan sehingga dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada komponen sel. Beluntas dan sirih hijau telah dilaporkan bahwa masing-masing memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antidiabetes. Namun belum ada laporan mengenai campuran kedua tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder aktivitas antioksidan dan antidiabetes dari campuran tanaman daun beluntas dengan daun sirih hijau. Penelitian ini meliputi 4 tahap yaitu 1) Preparasi dan ekstraksi campuran daun beluntas dengan daun sirih hijau 2) Identifikasi kandungan metabolit sekunder di dalam ekstrak 3) Uji aktivitas antioksidan dengan DPPH dan 4) Uji penghambatan aktivitas enzim alpha -glukosidase. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ekstraksi campuran daun beluntas dan daun sirih hijau dengan perbandingan 1 1 1 2 dan 2 1 secara berturut-turut menghasilkan rendemen 23 67% 40 49% 25 01%. Ketiga ekstrak campuran tanaman daun beluntas dan daun sirih hijau menunjukkan bahwa positif mengandung metabolit sekunder flavonoid fenol tanin saponin dan triterpenoid. Campuran daun beluntas dan daun sirih hijau dengan perbandingan 1 1 1 2 dan 2 1 menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat ditunjukkan dengan nilai IC50 di bawah 50. Campuran daun beluntas dan daun sirih hijau dengan perbandingan 2 1 mampu menghambat aktivitas enzim alpha -glukosidase karena memiliki nilai IC50 75 82 ppm.