Skripsi
Interaksi sosial anak berkebutuhan khusus dengan gangguan adhd di sekolah inklusi sd muhammadiyah 1 kota malang / Bagas Ega Bimantara
Abstrak
RINGKASAN Bimantara Bagas Ega 2023. Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Gangguan ADHD di Sekolah Inklusi SD Muhammadiyah 1 Kota Malang. Skripsi Departemen Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ediyanto S.Pd. M.Pd. Ph.D. (II) Dr. H. Ahmad Samawi M.Hum. Kata kunci Interaksi Sosial ADHD Sekolah Inklusi Anak ADHD merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering ditemukan pada anak-anak di seluruh dunia. Anak-anak dengan ADHD sering mengalami tantangan dalam berinteraksi sosial terutama bagi anak yang menempuh pendidikan di lingkungan sekolah inklusi yang mendorong anak berpartisipasi dengan hambatan yang mereka alami. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi sosial anak dengan ADHD di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan subjek penelitian seorang siswa ADHD kelas V di SD Muhammadiyah 1 Kota Malang dan tiga informan yakni guru kelas shadow teacher dan juga orang tua siswa yang menjadi subjek. Data yang dikumpulkan melalui observasi wawancara serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial anak berkebutuhan khusus dengan gangguan ADHD di sekolah inklusi menghasilkan bentuk-bentuk interaksi sosial positif berupa kegiatan bermain bersama dengan temannya seperti bermain bola ketika istirahat bekerja sama dalam kelompok pembelajaran ketika anak meminjamkan barang miliknya kepada temanya menjawab pertanyaan dari guru atau teman sebaya bentuk interaksi tidak hanya kepada teman reguler namun juga sesama anak berkebutuhan khusus lainnya dengan cara kontak fisik seperti memegang tangan. Bentuk interaksi sosial negatif yang terjadi yaitu anak suka mendorong memukul dan berteriak didekat temannya sehingga menimbulkan pertikaian. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor yang meliputi dukungan guru dan shadow teacher serta dinamika interaksi dengan teman sekelas. Upaya peningkatan interaksi sosial yaitu penanganan perilaku dan peningkatan komunikasi dalam mengelola perilaku akan diberi teguran nasihat dan peringatan upaya orang tua yang mambawa anak terapi guna mengurangi perilaku impulsif. Peningkatan komunikasi dapat berupa ajakan pemberian sapaan dan motivasi anak untuk berani berpendapat. Selain itu shadow memberikan peningkatan kalimat supaya bahasa anak dapat dipahami maka anak diarahkan untuk mengulang penyusunan kata dengan benar dan pelan dalam pengucapannya.