Skripsi
Sifat fisikokimia minyak biji mete (anacardium occidentale) dan turunannya serta uji aktivitasnya sebagai antibakteri / Moch. Rizky Mubarok
Abstrak
Biji mete (Anacardium occidentale) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak digemari sebagai camilan dan merupakan komoditas yang bernilai tinggi. Biji mete mengandung banyak minyak nabati yang kandungannya berpotensi memberikan manfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi mengkarakterisasi dan menganalisis komponen asam lemak minyak biji mete serta mensintesis mengkarakterisasi dan menguji aktivitas antibakteri sabun kalium dan asam lemak dari minyak biji mete. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap yaitu 1) isolasi minyak biji mete karakterisasi sifat fisikokimia dan identifikasi komponen asam lemaknya 2) sintesis sabun kalium dan karakterisasi sifat fisikokimianya 3) sintesis asam lemak dari sabun kaliumnya serta karakterisasi sifat fisikokimianya dan 4) uji aktivitas antibakteri. Isolasi minyak biji mete menghasilkan rendemen sebesar 46 60%. Minyak ini berwujud cair berwarna kuning jernih massa jenis 0 923 g/mL indeks bias 1 464 (25 ) viskositas 41 7 cSt bilangan asam 2 23 mg KOH/g sampel bilangan penyabunan 147 95 mg KOH/g sampel bilangan iod 135 39 g I2/100 g sampel dan bilangan ester 145 72 mg KOH/g sampel. Kandungan asam lemak pada minyak biji mete meliputi asam oleat (50 61%) asam linoleat (17 36%) asam palmitat (14 53%) asam stearat (10 89%) dan asam arakidat (0 63%). Sabun kalium minyak biji mete berwujud padat berwarna putih kekuningan dan mempunyai titik lebur 205-217 . Asam lemak berwujud cair berwarna kuning kecoklatan massa jenis 0 931 g/mL indeks bias 1 466 (25 ) viskositas 32 6 cSt bilangan asam 109 55 mg KOH/g sampel bilangan penyabunan 133 07 mg KOH/g sampel bilangan iod 154 98 g I2/100 g sampel dan bilangan ester 23 52 mg KOH/g sampel. Sabun kalium dan asam lemak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan nilai diameter zona bening 9 5 mm dan 9 1 mm dalam kategori sedang (moderat) serta menunjukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai diameter zona bening 11 6 mm dan 10 7 mm dalam kategori kuat.