Disertasi
Pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning terintegrasi dalam model guided inquiry untuk memberdayakan literasi digital, keterampilan berpikir kritis, penguasaan konsep, dan literasi genetika siswa sma / Dian Safitri
Abstrak
Keterampilan abad 21 penting dimiliki oleh siswa untuk dapat lebih terampil dalam belajar dan berinovasi menggunakan teknologi dan media informasi serta bekerja dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup. Siswa perlu menguasai berbagai keterampilan abad 21 termasuk literasi digital keterampilan berpikir kritis penguasaan konsep dan literasi genetika. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi digital keterampilan berpikir kritis penguasaan konsep dan literasi genetika siswa masih rendah sehingga perlu untuk diberdayakan. Rendahnya literasi digital ini disebabkan oleh kurangdimanfaatkannya TIK dan sumber daya digital yang ada serta kurangnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi menemukan meninjau memilih dan menerapkan informasi yang diperlukan untuk belajar. Keterampilan berpikir kritis perludikembangkan melalui sistem pendidikan dan diajarkan oleh guru di ruang kelas secara eksplisit. Namun sistem pendidikan lebih berfokus pada transfer pengetahuan. Rendahnya keterampilan berpikir kritis mengindikasikan bahwa pada sesungguhnya siswa belum mampu memberdayakan kemampuan dirinya secara optimal untuk menganalisis suatu permasalahan hingga mampu menghasilkan ide dan gagasan baru khususnya terkait genetika. Materi genetika memiliki tingkat abstraksi tinggi yang jika tidak didukung dengan pemberdayaan keterampilan berpikir kritis maka dapat menyebabkan rendahnya pemahaman dan penguasaan konsep siswa. Sebagai salah satu konsep inti dalam ilmu biologi pemahaman dan penguasaan konsep tentang genetika sangat penting untuk memahami biologi itu sendiri dan bahkan memahami serta menguasai konsep genetika merupakan aspek kritis dari literasi sains. Literasi genetika merupakan bagian dari literasi sains. Beberapa ahli menyarankan agar pendekatan termasuk media dan model pembelajaran guru dalam pengajaran genetika serta materi pembelajaran perlu diperbarui untuk meningkatkan literasi genetika siswa. Berdasarkan permasalahan dan fakta maka perlu dirancang sebuah solusi dengan mengembangkan media pembelajaran yang memfasilitasi siswa dengan lingkungan belajar fleksibel interaktif dan menyenangkan yaitu media pembelajaran berbasis mobilelearning terintegrasi dalam model guided inquiry (GI ML). Media tersebut merupakan media pembelajaran berbasis digital yang dilaksanakan dengan cara diintegrasikan ke dalam sintaks model guided inquiry (GI). Perpaduan media dan model pembelajaranini diselaraskan dengan kelebihan dan kelemahan pada masing-masing sehingga menghasilkan GI ML yang inovatif sebagai bentuk solusi permasalahan dalam belajar. GI ML memiliki kelebihan yang mampu menjadikan pembelajaran menjadi lebih aktif inovatif menarik menyenangkan fleksibel dan bermakna sehingga membantu siswa agar lebih mudah dalam mempelajari beberapa materi terkait genetika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilanjutkan dengan penelitian quasi eksperimen. Tujuan penelitian pengembangan ini meliputi (1) menghasilkan media pembelajaran berbasis mobile learning terintegrasi dalam model guided inquiry yang valid dan didukung oleh landasan teoretis dan empiris yang kuat (2) menghasilkan media pembelajaran berbasis mobile learning terintegrasi dalam model guided inquiry yang praktis (3) menghasilkan media pembelajaran berbasis mobilelearning terintegrasi dalam model guided inquiry yang efektif untuk memberdayakan literasi digital keterampilan berpikir kritis penguasaan konsep dan literasi genetika siswa. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan diadopsi dari model pengembangan Lee amp Owens yang terdiri atas 4 tahapan yaitu 1) penilaian dan analisis kebutuhan media (media need assessment and analysis) 2) desain instruksional media (media instructional design) 3) pengembangan dan implementasi media (media development and implementation) dan 4) evaluasi media (media evaluation). Uji efektivitas dirancang dengan menggunakan desain kuasi eksperimen (non-equivalent pretest-postest control group design) di mana pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan GI ML guided inquiry (GI) dan konvensional.Sampel penelitian adalah siswa kelas XII Semester Genap Tahun Pembelajaran 2022/2023 di SMA Negeri 1 Jeneponto SMA Negeri 3 Jeneponto dan SMA Negeri 5 Jeneponto yang berjumlah 210 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi (1) kuesioner literasi digital yang sesuai dengan indikator Greenstein (2) soal tes keterampilan berpikir kritis dengan tipe soal essay sesuai indikator Ennis (3) soal tes penguasaan konsep dengan soal tipe pilihan ganda dan essaysesuai KI dan KD dan (4) soal tes literasi genetika soal tipe pilihan ganda sesuai indikator Bowling et al. dan Boerwinkel et al. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut (1) GI ML dinyatakan valid (94 49) dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang digunakan juga telah dinyatakan valid mulai dari Silabus (96 67) RPP (93 88) dan LKS (96 33). (3) Hasil uji kepraktisan GI ML pada guru dan siswa menunjukkan rerata sebesar 98 93 dengan kriteria ldquo sebagian besar terlaksana (sangat praktis) rdquo . (4) Hasil analisis lebih lanjut menjelaskan bahwa GI ML berbeda nyata dengan model GI dan konvensional dalam memberdayakan memberdayakan literasi digital keterampilan berpikir kritis penguasaan konsep dan literasi genetika siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa GI ML perangkat pembelajaran dan instrumen yang dikembangkan valid dan reliabel serta praktis digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. GI ML efektif dan lebih unggul dalam memberdayakan literasi digital keterampilan berpikir kritis penguasaan konsep dan literasi genetika siswa dibandingkan model GIdan konvensional. Peneliti merekomendasikan GI ML sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang membantu memperbaiki kualitas belajar dan kualitas pendidikan di Indonesia. GI ML dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi pendidik dalam upayamemberdayakan memberdayakan literasi digital keterampilan berpikir kritis penguasaan konsep dan literasi genetika siswa. Bagi peneliti di masa depan dapat mengeksplorasi keefektifan GI ML pada materi lain dan tingkat kelas yang berbeda.