UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Penerapan metode lifting frame erection girder pada proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-bawen underbrigde sungai Mataram / Tegar Hermawan

Hermawan, Tegar - Nama Orang;

Abstrak
Metode lifting frame erection girder pada proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen underbridge sungai Mataram merupakan pekerjaan yang melibatkan operasi berat dan berpotensi berbahaya. Oleh karena itu perencanaan keselamatan yang matang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode lifting frame erection girder terutama dalam hal sumber daya dan prosedur keamanan yang digunakan pada proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket 1 Seksi 1 sta 68 650 Underbridge Sungai Mataram apakah sudah sesuai dengan peraturan dan standar yang digunakan. Beberapa tahapan pelaksanaan erection girder adalah tahapan persiapan (1) yang mencakup persiapan lahan persiapan material persiapan personil lifting frame girder (2) loading girder (3) erection girder (4) dan bracing girder (5). Hasil penelitian menunjukan analisa safety factor pengangkatan girder dengan 2 crane menggunakan Australian Standard sebagai pedoman dan dipakai safety factor crane yaitu 1 3 antara lain (a) Pengangkatan girder 40 8 meter dari stockyard ke truck boogie dengan crane Kobelco 250 ton dan crane Kobelco 120 ton didapat safety factor crane 2 56 dan 1 53. (b) Erection girder 40 8 meter dengan 2 crane kobelco 250 T didapat safety factor crane keduanya yaitu 2 06. (c) Erection girder 30 8 meter dengan 2 crane kobelco 250 ton didapat safety factor crane keduanya yaitu 2 99. Maka pengangkatan girder dengan 2 crane telah sesuai dengan persyaratan (aman untuk dilaksanakan). Pada perhitungan analisa perkerasan area kerja crane dengan Safety Factor untuk landasan tanah crane diambil 3 maka didapat ground pressure sebesar 4 86 Kg/cm sup2 untuk menopang ground pressure 4 86 Kg/cm sup2 dibutuhkan CBR setara 5 5%. Sedangkan CBR tanah pada lokasi 8% artinya daya dukung tanah sudah memenuhi dan sesuai dengan perencanaan. Pengendalian K3 erection girder pada proyek Pembangunan jalan tol Yogyakarta- Bawen STA 68 650 Underbrigde Sungai Mataram meliputi pengendalian faktor manusia pengendalian faktor alat dan pengendalian faktor lingkungan telah sesuai dengan peraturan dan standar yang ada melalui bukti yang telah di lampirkan. Dengan uraian hasil penelitian yang telah paparkan maka dapat disimpulkan bahwa PT Adhi Karya (Persero) tbk sudah melaksanakan pekerjaan erection girder menggunakan crawler crane sesuai dengan peraturan dan standar yang ada.


Informasi Detail
DDC
SKRIPSI DIGITAL
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknologi Rekayasa dan Pemeliharaan Bangunan Sipil, 2024.
Deskripsi Fisik
xii, 18 hlm. : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
4820/RS/24
Edisi
-
Subjek
1. ERECTION GIRDER
2. METODE LIFTING FRAME
3. PENGENDALIAN K3
4. FRAME LIFTING METHOD

Pembimbing
1. Pranoto, S.t., M.t.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik