Tugas Akhir
Rancang bangun dan unjuk kinerja mesin pencetak pelet ikan: studi pengaruh die speed dan kadar air terhadap produktivitas pencetakan pelet / Taufik Hidayah
Abstrak
Mesin pencetak pelet ikan adalah mesin yang dapat memproduksi dan mengekstrusi bentuk pelet yang diinginkan dari campuran beberapa komponen secara konsisten dari segi kepadatan dan bentuk pelet. Masyarakat di desa Balesono masih menggunakan metode manual sehingga menyebabkan takaran bahan dan pelet yang tidak konsisten. Hal ini mengakibatkan pakan yang dihasilkan memiliki kualitas yang bervariasi dan stok yang tidak stabil. Proses manual juga memakan waktu yang lama padahal konsistensi dan kecepatan produksi sangat penting untuk menjaga kualitas pakan dan memastikan ikan mendapatkan nutrisi yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja mesin pencetak pelet ikan serta mengetahui pengaruh variasi kecepatan putaran die dan kadar air terhadap produktivitas. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap observasi dan studi literatur kemudian dilanjutkan perancangan alat. Eksperimen dilakukan atas kecepatan die dengan 3 variasi kecepatan (100 120 dan 140 rpm) dan kadar air dengan 3 variasi persentase air (10% 15% dan 20%). Dari hasil eksperimen dilakukan analisis produktivitas pencetakan pelet menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mesin pencetak pelet ikan menggunakan sistem pencetakan vertikal mampu menghasilkan produktivitas maksimum hingga 25 kg/jam berkisar antara 16 40 hingga 25 61 kg/jam tergantung pada kadar air pakan dan kecepatan die. Hasil eksperimen menunjukkan adanya pengaruh kecepatan die dan kadar air terhadap produktivitas pencetakan pelet. Peningkatan kecepatan die dapat meningkatkan produktivitas. Peningkatan kadar air hingga 15% umumnya meningkatkan produktivitas. Namun peningkatan lebih lanjut hingga 20% dapat memberikan hasil yang lebih menurun dari pada kadar air 15%. Produktivitas yang optimal dapat dicapai menggunakan kombinasi kecepatan die 140 rpm dan kadar air 15%. Pengaturan parameter ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses pencetakan pelet sesuai dengan tujuan produksi.