Disertasi
Moderasi fasilitas belajar digital dalam hubungan kausal antara kompetensi dosen, pengalaman digital dan self-regulated learning mahasiswa dengan persepsi blended learning di perguruan tinggi wilayah provinsi lampung / Siti Suprihatin
Abstrak
RINGKASAN Suprihatin Siti 2024. Moderasi Fasilitas Belajar Digital dalam Hubungan Kausal antara Kompetensi Dosen Pengalaman Digital dan Self-regulated learning Mahasiswa dengan Persepsi Blended Learning di Perguruan Tinggi Wilayah Provinsi Lampung Disertasi Program Studi Pedidikan Ekonomi Pasca Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng S.E. M.A. M.M. Ak. (II) Prof. Dr. Sugeng Hadi Utomo M.S. (III) Dr. Agus Hermawan GradDipMgt. M.Si. Mbus. Kata Kunci Fasilitas Belajar Digital Kompetensi Dosen Pengalaman Digital Dan Self-regulated learning Mahasiswa Dengan Persepsi Blended Learning. Di dunia pembelajaran saat ini termasuk di dalam kegiatan belajar mengajar ekonomi telah mengalami perkembangan. Perubahan dalam dunia pendidikan dapat terlihat dari perubahan paradigma pembelajaran dari kegiatan yang berpusat pada guru/dosen ke pada kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada mahasiswa. Selain itu munculnya model berbagai model pembelajaran sapai kepada perpaduan strategi model teknik dan metode pembelajaran dalam satu kegiatan belajar mengajar. Perpaduan dalam bentuk tersebut dalam kegiatan pembelajaran sering dikenal dengan blended learning dengan evaluasi pembelajaran berkonsentrasi pada keberhasilan belajar objektif dengan dominan pada bidang matematis dan sain. Selain itu penelitian terdahulu belum secara terang menjelaskan landasan yang digunakan dalam menentukan faktor yang mempengaruhi keberhasilan objektif model blended learning. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya mengevaluasi hasil pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi dari apa yang dirasakan mahasiswa pada pengalaman belajar dengan menggunakan blended learning sebagai ukuran keberhasilan belajar subjektif. Fasilitas belajar digital sebagai alat pendukung kegiatan pembelajaran sering diabaikan perannya dalam pengaruhnya pada peningkatan hasil belajar. Berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian terdahulu penelitian ini ingin menguji secara empiris dengan berlandaskan pada teori kognitif sosial dalam mengidentifikasi keberhasilan pada implementasi teknologi dalam pembelajaran model blended learning dengan melibatkan faktor lingkungan faktor kognitif dan faktor behaviour yang diinterprestasikan pada variabel kompetensi dosen pengalaman digital mahasiswa dan self-regulated learning pengaruhnya terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning dengan melibatkan fasilitas belajar digital sebagai variabel moderasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menguji (1) Pengaruh kompetensi dosen terhadap persepsi mahasiswa pendidikan ekonomi tentang blended learning (2) Pengaruh pengalaman digital mahasiswa terhadap persepsi mahasiswa pendidikan ekonomi tentang blended learning (3) Pengaruh self-regulated learning terhadap persepsi mahasiswa pendidikan ekonomi tentang blended learning (4) Fasilitas belajar digital memoderasi pengaruh kompetensi dosen terhadap persepsi mahasiswa pendidikan ekonomi tentang blended learning (5) Fasilitas belajar digital memoderasi pengaruh pengalaman digital mahasiswa terhadap persepsi mahasiswa pendidikan ekonomi tentang blended learning (6) Fasilitas belajar digital memoderasi self-regulated learning terhadap persepsi mahasiswa pendidikan ekonomi tentang blended learning Penelitian ini dirancang dengan mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk menguji teori tertentu dengan cara mengeksplorasi hubungan antar variabel dan menyajikan hasil penelitian dalam bentuk numerik. Populasi yang menjadi subjek penelitian adalah mahasiswa program studi S1 Pendidikan Ekonomi pada Universitas di seluruh perguruan tinggi yang berada di Provinsi Lampung angkatan tahun 2020-2021 dengan jumlah 348. Sampel penelitian sejumlah 273 mahasiswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas pada jenis teknik aksidental. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan instrumen penelitian berupa kuesioner berisikan pernyataan yang telah melalui proses validasi dan uji reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda (multiple linear regression) dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana variabel moderasi memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil temuan dalam penelitian ini bahwa (1) kompetensi dosen berpengaruh signifikan terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning (2) pengalaman digital berpengaruh signifikan terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning (3) self-regulated learning berpengaruh signifikan terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning (4) Fasilitas belajar digital tidak terbukti memoderasi kompetensi dosen terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning (5) Fasilitas belajar digital terbukti signifikan memoderasi pengaruh pengalaman digital terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning (6) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fasilitas belajar digital tidak terbukti signifikan memoderasi antara Self-regulated learning terhadap persepsi mahasiswa tentang blended learning. Temuan penelitian berimplikasi teoritis dan praktis. Implikasi teoritis Teori kognitif sosial terbukti menjadi landasan yang kuat dalam pembentukan persepsi positif mahasiswa tetang blended learning. Interaksi dinamis antara faktor kognitif perilaku dan lingkungan berperan penting dalam membentuk cara pandang mahasiswa terhadap model pembelajaran blended learning. Implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum perlu memasukkan pembelajaran sosial melalui blended learning tugas-tugas harus menggabungkan teknologi digital dengan melibatkan kemampuan digital mahasiswa pembelajaran bandari dan memanfaatkan keahlian dosen. Serta sistem penilaian juga perlu dielaborasi untuk mengukur tidak hanya penguasaan konten tetapi juga perkembangan kompetensi digital dan keterampilan belajar mandiri mahasiswa. Keterbatasan penelitian ini dalam penelitian ini terletak pada pengujian hipotesis kepada penggunaan model analisis data berupa model analisis regresi linier berdasarkan skala pengukuran interval dan pengujian hipotesis tentang persepsi mahasiswa tentang blended learning pada landasan teori kognitif sosial dengan tiga faktor penentu perilaku belajar yaitu faktor kognitif lingkungan dan perilaku belajar individu dengan variabel yang digunakan pada kompetensi dosen pengalaman digital mahasiswa dan self-regulated learning. Sehingga dengan keterbatasan tersebut peneliti selanjutnya dapat melakukan pengujian pada permasalahan yang sama dengan menggunakan uji komparatif dalam pengujian hipotesis antar variabel dengan mendasarkan pada pengukuran variabel bebas berskala nominal. Serta melakukan perluasan penggunaan variabel yang mempresentasikan ketiga faktor tersebut.