Disertasi
Interferensi penalaran proporsional terkait dengan met-before siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan / Pradina Parameswari
Abstrak
Interferensi merupakan keadaan terhalangnya informasi yang dipanggil oleh ingatan lain yang mirip. Pada materi matematika terdapat dua kajian materi yang memiliki kemiripan seperti perbandingan senilai dan berbalik nilai. Siswa seringkali mengalami interferensi ketika menyelesaikan masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai. Hal ini disebabkan karena siswa kesulitan dalam membedakan kedua materi tersebut. Selain itu siswa perlu menentukan hubungan antar kuantitas pada informasi masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai. Oleh karena itu siswa memerlukan strategi penalaran proporsional dalam menyelesaikan masalah perbandingan. Namun siswa seringkali melakukan strategi salah penalaran proporsional yang menyebabkan terjadinya interferensi. Interferensi yang terjadi dapat ditelusuri melalui met-before. Met-before merupakan struktur mental yang dimiliki oleh siswa saat ini sebagai hasil pembelajaran sebelumnya. Melalui met-before peneliti dapat menganalisis pengetahuan yang tersimpan yang menyebabkan terjadinya interferensi. Oleh karena itu penelitian ini fokus untuk meneliti interferensi penalaran proporsional terkait dengan met-before siswa ketika menyelesaikan masalah perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi penalaran proporsional terkait dengan met-before siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan. Oleh sebab itu jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri Kota Malang yang diikuti oleh 141 siswa kelas VIII yang telah menempuh materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Subjek penelitian dipilih berdasarkan interferensi yang dialami oleh siswa. Dari 141 siswa terdapat 101 siswa mengalami interferensi. Dari 101 siswa dan hasil wawancara terdapat 46 siswa yang hanya benar dalam menyelesaikan masalah nomor 2. Terdapat 46 siswa mengalami interferensi proaktif ketika menyelesaikan masalah nomor 1. Ada 22 siswa yang mengalami interferensi di semua permasalahan yang diberikan. Siswa-siswa tersebut mengalami interferensi proaktif pada permasalahan pertama dan interferensi retroaktif pada permasalahan kedua. Setelah memperhatikan kemiripan/kesamaan potensi terjadinya interferensi proaktif pada 46 siswa tersebut ternyata hal yang sama juga dialami oleh ke-22 siswa. Oleh karena itu peneliti fokus mengambil calon subjek dari ke-22 siswa tersebut yang mewakili interferensi yang terjadi. Kemudian terdapat kelompok lainnya yaitu 33 siswa yang mengalami sebagian interferensi. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa-siswa tersebut diperoleh dua kelompok yaitu kelompok I yang terdiri dari 22 siswa yang mengalami interferensi di semua masalah. Sedangkan kelompok II terdiri dari 33 siswa yang mengalami sebagian interferensi pada masalah tertentu. 3 subjek penelitian diambil dari Kelompok I dan 2 subjek penelitian diambil dari kelompok II berdasarkan strategi salah penalaran proporsional yang dilakukan siswa sehingga terjadinya interferensi. Masalah matematika yang diberikan berupa tiga soal cerita perbandingan yaitu perbandingan berbalik nilai perbandingan senilai dan campuran (senilai dan berbalik nilai). Data penelitian dikumpulkan melalui pemberian masalah perbandingan dan wawancara. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis interferensi penalaran proporsional terkait dengan met-before siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan. Ketiga jenis interferensi penalaran tersebut yaitu Interferensi intuitif interferensi proportion attempt dan interferensi questionable proportion. Pertama interferensi intuitif merupakan interferensi yang terjadi ketika siswa mengalami gangguan dalam memahami masalah dan mengidentifikasi informasi penting pada masalah yang diberikan. Siswa hanya menebak informasi dan menggunakan informasi yang memuat bilangan tanpa mengetahui maksud masalah tersebut. Siswa yang mengalami interferensi intuitif memiliki met-before focus problematic terhadap konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai. Selain problematic terdapat siswa yang memiliki met-before supportive terhadap konsep perbandingan tetapi siswa mengalami interferensi intuitif. Hal ini disebabkan oleh siswa yang problematic terhadap masalah yang diberikan dengan ditandai oleh kegagalan siswa memahami maksud soal. Pada kasus lainnya met-before siswa supress supportive terhadap hubungan antar informasi soal sehingga siswa tidak mengalami interferensi. Kedua interferensi proportion attempt merupakan interferensi yang dialami oleh siswa sebagai akibat strategi salah proportion attempt yang dilakukan ketika menentukan hubungan antar kuantitas. Siswa tidak dapat menyatakan hubungan antar informasi soal atau menyatakan hubungan perbandingan senilai atau berbalik nilai dari kuantitas yang diberikan. Oleh karena itu siswa mengalami interferensi ketika menyelesaikan masalah. Siswa yang mengalami interferensi ini memiliki met-before yang supportive terhadap kedua konsep perbandingan. Namun siswa problematic ketika menyatakan hubungan antar informasi soal sesuai dengan masalah. Pada kasus siswa yang dapat menjawab sebagian masalah dengan benar siswa ini memiliki met-before supress problematic. Ketiga interferensi questionable proportion merupakan interferensi yang terjadi pada siswa ketika met-before siswa tentang strategi perkalian silang (cross multiplication) selalu mempengaruhi siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan. Strategi perkalian silang ini tertanam kuat dalam pikiran siswa atau dapat dikatakan met-before siswa terkait strategi perkalian silang bersifat focus problematic jika tidak sesuai dengan konsep yang digunakan. Siswa selalu menggunakan strategi perkalian silang dengan bentuk formula ldquo rdquo sedemikian sehingga . Siswa dapat menyatakan hubungan antar informasi soal dengan benar tetapi met-before siswa focus problematic terhadap konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai. Oleh karena itu siswa terinterferensi ketika menyelesaikan masalah yang diberikan.