Disertasi
Pengajaran evolusi di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri: strategi untuk menggali dan meningkatkan penerimaan mahasiswa biologi / Muhammad Saefi
Abstrak
Salah satu isu kontroversial dalam pembelajaran sains biologi adalah teori evolusi yang oleh sebagian mahasiswa Muslim dianggap bertentangan dengan keyakinan agama mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor yang mempengaruhi penerimaan teori evolusi di kalangan mahasiswa Muslim di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori. Pada tahap pertama survei dilakukan terhadap 507 mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi untuk mengukur penerimaan pengetahuan tentang evolusi religiusitas konflik yang dirasakan dan faktor demografi. Hasil survei menunjukkan bahwa penerimaan terhadap evolusi pengetahuan dan persepsi konflik berada pada tingkat sedang sedangkan religiusitas tinggi. Pengetahuan dan religiusitas berdampak positif terhadap penerimaan evolusi namun kontribusinya kurang dari 3%. Sebaliknya persepsi konflik antara agama dan evolusi merupakan prediktor kuat dengan kontribusi sekitar 12%. Faktor demografi yang berpengaruh signifikan adalah tahun ajaran program studi dan etnis. Tahap kedua melibatkan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan enam belas mahasiswa untuk mendalami faktor yang mempengaruhi penerimaan mereka terhadap evolusi. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa mahasiswa merasa cara dosen berinteraksi (norma subjektif) dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam belajar evolusi sementara kurangnya sumber daya kelembagaan (kontrol perilaku yang dirasakan) menjadi hambatan. Mahasiswa merekomendasikan pengajaran yang mencakup perspektif genetika serta pandangan kreasionis dan evolusionis dan upaya untuk merekonsiliasi sains dan agama. Terakhir penelitian ini juga mengeksplorasi pengajaran konstruktivis yang menekankan keseimbangan Nature of Science (NOS) evolusi dan kreasionisme. Studi ini menggunakan desain pretes dan postes untuk mengumpulkan data dari mahasiswa Biologi tahun ketiga di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Analisis menunjukkan bahwa penerimaan terhadap evolusi meningkat setelah kursus dipengaruhi oleh pengetahuan religiusitas dan pemahaman tentang NOS evolusi yang meningkat. Konflik yang dirasakan memiliki dampak paling kecil dan menurun. Esai reflektif mengungkapkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki pengetahuan naif tentang evolusi mereka mampu menjelaskan hakikat sains dan membangun hubungan kompleks antara sains dan agama. Kesimpulannya penelitian ini menyoroti pentingnya pemberian materi dari perspektif NOS genetika dan rekonsiliasi antara evolusi dan agama untuk meningkatkan penerimaan mahasiswa Muslim terhadap teori evolusi.