Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berbasis masalah pada mata kuliah kimia listrik sub materi performansi baterai / Sergio Xavier Paskal Wenas
Abstrak
Media pembelajaran problem based learning (pembelajaran berbasis masalah) merupakan pembelajaran berdasarkan masalah di dunia nyata yang mendorong siswa untuk memperoleh keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan memecahkan masalah sekaligus memperoleh pengetahuan dan konsep yang diperlukan dalam materi pembelajaran. Pengujian performansi baterai merupakan proses yang dilakukan untuk memeriksa kesesuaian dari spesifikasi baterai yang diujikan. Berdasarkan observasi yang dilakukan dengan dosen pengampu mata kuliah kimia listrik melalui kegiatan wawancara terdapat kendala pada saat proses pembelajaran dikarenakan proses pembelajaran hanya teori saja dan belum adanya media kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum dinilai dapat menghindari pemahaman yang abstrak pada mahasiswa sehingga memperkuat konsep teori melalui penerapan langsung. Departemen Teknik Elektro dan Informatika Universitas Negeri Malang perlu adanya media pembelajaran berupa problem based learning dengan trainer dan modul ajar. Kebutuhan didasarkan untuk memperkuat teori sebagai sarana pendukung pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang mengembangkan dan mengkaji tingkat kelayakan trainer dan modul ajar berbasis problem based learning pada sub materi pengujian performansi baterai sebagai media pembelajaran pada mata kuliah kimia listrik untuk mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Informatika Universitas Negeri Malang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode research and development (R amp D) atau penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu 1) analisis 2) perancangan 3) pengembangan 4) implementasi dan 5) evaluasi (Sugihartini amp Yudiana 2018). Data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket diberikan kepada ahli trainer dan modul ajar untuk uji validasi trainer dan modul ajar beserta 40 responden untuk uji kelayakan trainer dan modul ajar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa media pembelajaran berbasis masalah yang terdiri dari trainer pengujian performansi baterai yang dilengkapi dengan modul ajar. Hasil validasi diperoleh dari ahli trainer dan modul ajar sebesar 92 64%. Pada uji kelayakan yang diimplementasikan kepada 40 mahasiswa diperoleh hasil sebesar 87 75%. Dengan hasil yang diperoleh trainer dan modul ajar dapat dinyatakan sangat valid dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran mata kuliah kimia listrik pada program studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.