Tugas Akhir
Analisis dampak konfigurasi seri-paralel modul panel surya pada sistem PLTS / Clinton Hezkiel Fransisco Siallagan
Abstrak
Dengan kondisi dimana energi fosil mulai menipis penggunaan energi terbarukan seperti energi surya untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah pilihan yang tepat dikarenakan sifat sumber energi matahari yang tidak akan habis dan penggunaan nya yang tergolong mudah jika dibandingkan dengan sumber energi terbarukan yang lain. Energi surya merupakan energi baru terbarukan yang dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik dengan menggunakan teknologi panel surya. Penelitian ini berfokus ke rancang bangun PLTS sebagai optimalisasi penggunaan sumber daya energi terbarukan. Energi surya adalah sumber energi yang tidak terbatas atau tidak pernah habis. Energi surya merupakan energi baru terbarukan yang dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik dengan menggunakan teknologi panel surya. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menghasilkan listrik dengan menggunakan modul photovoltaic. Modul photovoltaic juga termasuk dalam energi hijau.. Solar cell atau sering disebut sebagai fotovoltaic adalah alat yang dapat mengkonversi sinar matahari menjadi listrik. Solar Charge Controller adalah salah satu komponen yang ada pada PLTS yang berfungsi untuk mengatur arus listrik baik arus masuk dari panel surya ataupun arus beban keluar. Baterai adalah salah satu komponen penyusun PLTS yang memiliki fungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Inverter memindahkan tegangan dari sumber DC ke beban AC. Intensitas cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap kinerja dan parameter dari panel surya. Untuk merancang PLTS hal yang perlu dilakukan pertama adalah melakukan sizing untuk mengetahui kebutuhan panel scc dan inverter. Setelah dilakukan sizing maka selanjutnya adalah perancangan skema PLTS dan pembuatan PLTS .Panel Surya menghasilkan daya konstan yang besar pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00 yang kemudian pada pukul 15.00 hingga 17.00 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Daya output yang dihasilkan dari tiap tiap rangkaian uji coba menghasilkan nilai yang berbeda beda yang disebabkan oleh perbedaan antara arus dan tegangan yang dihasilkan dari tiap rangkaian