Skripsi
Pengembangan media pembelajaran PARAFANA (Peta Persebaran Flora Fauna) berbasis QR Code materi keanekaragaman flora dan fauna dengan penguatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas v SDN 2 Bendo / Ahmad Nurrayhanwatsiq Ardiansyah
Abstrak
Penelitian dan pengembangan media pembelajaran yang digunakan pada proses kegiatan pembelajaran IPAS khususnya materi keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia di kelas V masih terbatas. Siswa kelas V SDN 2 Bendo ini sebagian besar ingin merasakan pembelajaran yang variatif dalam memahami materi pelajaran. Kurangnya penggunaan media pembelajaran pada materi keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia membuat peserta didik cepat bosan dan kesulitan untuk memahami materi dengan baik. Selain itu pada saat mengerjakan tugas dan memecahkan permasalahan yang disajikan oleh guru siswa belum bisa mengambil keputusan dengan solusi yang tepat. Melalui media interaktif dengan materi dan kuis dapat memberikan pembelajaran yang aktif serta memberikan penguatan keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran PARAFANA yang valid dan praktis dengan penguatan keterampilan berpikir kritis pada materi keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia untuk siswa kelas V SDN 2 Bendo. Penelitian Penelitian pengembangan media pembelajaran PARAFANA berbasis QR code menggunakan jenis penelitian R amp D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan model ADDIE yang merupakan singkatan dari Analysis Design Development Implementation and Evaluation. Tahapan Analyze dalam penelitian ini yaitu melakukan wawancara observasi dan angket untuk mengetahui kebutuhan dan masalah di tempat penelitian. Pada design dilakukan pembuatan desain produk dan pembuatan instrument validasi. Pada tahap development yaitu realisasi produk yang telah didesain dan melakukan validasi serta revisi produk dari ahli dan pengguna. Tahap implementation yaitu dilakukan uji coba skala kecil dengan 7 siswa sedangkan skala besar dengan 18 siswa pada sekolah yang berbeda dengan melakukan pengisian angket kepraktisan produk. Tahapan terakhir yaitu evaluation untuk mengevaluasi produk terkait setiap proses yang telah dilakukan. Hasil pengembangan media pembelajaran PARAFANA melalui validasi 3 ahli yaitu ahli materi ahli media dan ahli pengguna (guru) mendapat rata-rata nilai 4 6 termasuk ke dalam kategori sangat baik. Media pembelajaran PARAFANA melalui angket respon kepraktisan siswa uji coba skala kecil dan uji coba skala besar dengan rata-rata 99% mendapat kategori sangat praktis. Sedangkan angket kepraktisan guru terhadap media memperoleh rata-rata 4 75 kategori sangat praktis sehingga media PARAFANA praktis digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.