Skripsi
Dinamika industri kerupuk pasir di Desa Bulusari Kediri, 1960-2020 / Siti Anisaul Mahmudah
Abstrak
Kediri merupakan salah satu Kota di Jawa Timur yang menghasilkan produk pertanian yang melimpah dari masa Kolonial hingga sekarang. Hasil pertanian membuat masyarakat Kediri memiliki inovasi dalam pengolahan produk pertanian salah satunya pada ketela pohon yang diolah menjadi tepung tapioka. Tepung oleh masyarakat diolah kembali menjadi olahan kerupuk misalnya masyarakat Desa Bulusari. Produksi kerupuk dilakukan oleh mayoritas penduduk karena memiliki pengaruh terhadap perekonomian masyarakat Bulusari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah industri kerupuk pasir di Desa Bulusari dan menganalisis dinamika industri kerupuk pasir di Desa Bulusari pada tahun 1960-2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu pemilihan topik berdasarkan pengaruh industri terhadap kehidupan sosial-ekonomi pengusaha dan tenaga kerja. Kedua heuristik yang diperoleh melalui koran bangunan masuk desa dan bangunan rumah industri kerupuk serta didukung oleh sumber lisan berupa wawancara terhadap pengusaha tenaga kerja dan kepala desa Bulusari kemudian juga dari buku dan artikel. Ketiga verifikasi memperhatikan keahlian produsen dalam pembuatan kerupuk dan latar belakang dari narasumber. Keempat interpretasi diperoleh fakta adanya pembagian kerja dan dilakukan pengelompokan data berdasarkan periodisasi. Kelima penulisan sejarah berdasarkan sumber-sumber yang sudah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kemunculan industri kerupuk pasir di Desa Bulusari dipengaruhi oleh faktor geografis yaitu banyaknya hasil pertanian di Kediri berupa ketela pohon sehingga diolah menjadi tepung tapioka untuk kemudian dijadikan kerupuk. Faktor ekonomi politik yaitu adanya perpindahan perekonomian negara dari negara agraris pada tahun 1960 menjadi negara industri pada tahun 1990an. Faktor sosial budaya diketahui bahwa masyarakat Bulusari memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara aktivitas dan interaksi sosialnya. Selanjutnya dinamika industri kerupuk pasir terlihat dari pasang surut yang terjadi di setiap periode tertentu karena adanya kendala yang dihadapi. Seperti tahun 1993 usaha kerupuk mengalami penurunan karena cuaca dan bahan baku saat proses produksi. Tahun 1977 dan 1988 usaha kerupuk meningkat karena krisis moneter yang menyebabkan semua bahan mengalami kenaikan harga sehingga kerupuk menjadi salah satu alternatif makanan yang banyak dibeli. Tahun 2020 usaha kerupuk pasir kembali mengalami penurunan karena pandemi Covid-19 sehingga terkendala distribusi. Dengan demikian penelitian ini sesuai dengan teori dari Smith yang memaparkan konsep dimana pasar akan terjadi ketika terdapat peningkatan tenaga kerja sehingga kedua belah pihak saling memberikan keuntungan. Sehingga konsep ini bisa meningkatkan kesejahteraan sosial melalui keuntungan individu. Dengan demikian kesejahteraan diperoleh dari pasar yang mengalami perkembangan dan juga masyarakat membutuhkan barang yang tidak bisa diciptakan sendiri.