Skripsi
Pemastian nasib individu melalui tradisi kenduri keris : analisis etika protestan max weber / Puteri Salwa Noorizdiharni
Abstrak
Kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan magis dalam benda pusaka menjadi bentuk bahwa sejarah berperan penting dalam perkembangan agama saat ini. Dimana pemaknaannya memiliki perbedaan antara masyarakat lampau dengan masyarakat modern. Hal tersebut nampak dalam topik bahasan penelitian ini yang berusaha menjabarkan gambaran tradisi kenduri keris yang dipercayai oleh sebagian masyarakat Desa Ngrandu dapat membantu seseorang untuk menentukan nasibnya. Penelitian ini menganalisis fenomena tersebut menggunakan perspektif Max Weber etika protestan dan semangat kapitalisme menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian dijabarkan secara deskriptif untuk memberi pengetahuan kepada pembaca terkait penjabaran proses dari tradisi kenduri keris yang terdiri dari beberapa tahapan hingga akhirnya dicapai penyebutan kabul kajate sebagai penanda bahwa nasib telah terpenuhi. Selain itu adanya perbedaan basis kepercayaan pada masyarakat yang menjadi penyebab timbulnya keberagaman praktik keagamaan yang disesuaikan dengan konteks sosial yang ada.