Disertasi
Pedagogical content knowledge guru pada pengambilan keputusan dalam merancang masalah numerasi / Mira Amelia Amri
Abstrak
Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru sangat penting dalam pengambilan keputusan terkait rancangan masalah numerasi di kelas. PCK mencakup pengetahuan tentang konten pengetahuan tentang bagaimana siswa memahami konsep-konsep tersebut pengetauan tentang siswa dan kemampuan untuk merancang instruksi yang sesuai dengan kurikulum. Guru yang memiliki PCK kuat dapat mengantisipasi kesulitan belajar siswa dan merancang tugas yang relevan dan menantang. Selain itu PCK guru memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas pengajaran membantu guru membuat keputusan yang lebih baik dalam merancang penugasan yang mengintegrasikan konsep numerasi dengan konteks kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru pada pengambilan keputusan dalam merancang masalah numerasi. Fokus penelitian ini adalah bagaimana PCK guru saat membangun ide mengklarifikasi ide dan menilai kewajaran ide dalam merancang masalah numerasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 3 orang yang merupakan guru matematika SMA di Kabupaten Padang Pariaman Kota Pariaman dan Kota Padang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrumen pendukung dalam penelitian ini adalah lembar rancangan soal numerasi oleh guru dan pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui lembar rancangan soal numerasi guru. Soal yang dirancang guru harus memenuhi tiga level kognitif yaitu pemahaman penerapan dan penalaran. Kemudian berdasarkan rancangan soal guru dilakukan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap membangun ide komponen PCK yang digunakan guru adalah pengetahuan tentang konten pengetahuan tentang konteks pengetahuan tentang siswa dan pengetahuan tentang strategi penugasan. Pada tahap mengklarifikasi ide komponen PCK yang digunakan guru adalah pengetahuan tentang konten pengetahuan tentang konteks pengetahuan tentang siswa dan pengetahuan tentang strategi penugasan. Pada tahap menilai kewajaran ide komponen PCK yang digunakan guru adalah pengetahuan tentang konten pengetahuan tentang konteks pengetahuan tentang siswa dan pengetahuan tentang strategi penugasan. Jenis PCK yang digunakan guru pada setiap tahap pengambilan keputusan berbeda. Pada saat membangun ide jenis PCK yang digunakan guru adalah personal PCK (pPCK). Pada saat mengklarifikasi ide jenis PCK yang digunakan guru adalah canonical PCK (cPCK). Pada saat menilai kewajaran ide PCK yang digunakan guru adalah enacted PCK (ePCK). Pada tahap membangun ide guru menggunakan personal PCK yaitu pengetahuan dan pengalaman pribadi yang telah dikembangkan melalui pengalaman pembelajaran sebelumnya yang digunakan guru membentuk ide soal yang efektif dan relevan bagi siswa. Proses ini melibatkan berbagai aspek termasuk pengetahuan tentang konten pengetahuan tentang strategi penugasan pengetahuan tentang siswa dan pengetahuan tentang konteks yang semuanya diwarnai oleh pengalaman unik guru dalam pengajaran. Pengalaman mengajar sebelumnya memberikan guru kemampuan untuk segera memahami dan menghubungkan rancangan masalah numerasi dengan pengajaran sebelumnya. Guru mengingat bahwa soal yang akan dibuat harus mencakup pemahaman konsep tertentu dan guru secara otomatis mengingat pengalaman-pengalaman mengajarnya di masa lalu di mana siswa mungkin menghadapi kesulitan dengan konsep tersebut. Guru juga mengingat situasi konkret dari kelas di mana siswa tampak kebingungan dengan konsep tertentu dan bagaimana ia berhasil mengatasi kesulitan tersebut dengan memberikan contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari. Pengalaman masa lalu guru merupakan bagian dari personal PCK membantu guru dalam membangun ide untuk soal yang dirancang dengan menekankan pentingnya menggunakan konteks yang familiar dan relevan untuk siswa. Selanjutnya ketika guru memilih untuk menggunakan konteks kehidupan sehari-hari seperti guru tidak hanya memilih konteks secara acak. Pemilihan ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuannya tentang minat dan latar belakang siswa yang diperolehnya dari interaksi sehari-hari di kelas. Pada tahap mengklarifikasi ide jenis PCK yang digunakan guru adalah canonical PCK (cPCK). Guru memulai dengan mempertimbangkan konten yang relevan untuk materi yang diajarkan ini menunjukkan bahwa guru mengacu pada kurikulum yang ada dan memahami materi yang perlu dikuasai siswa. Guru memilih konten yang sesuai mencerminkan pengetahuan yang mendalam tentang struktur materi pelajaran dan bagaimana materi tersebut seharusnya disampaikan kepada siswa. Guru melibatkan pengetahuan tentang kurikulum dan standar yang berlaku serta bagaimana memilih dan menyusun materi pelajaran yang sesuai dengan tingkat kelas siswa. Guru mengevaluasi soal yang telah dibuatnya untuk memastikan bahwa soal tersebut memenuhi kriteria numerasi yang diinginkan. Guru juga memastikan bahwa solusi yang disusun sudah tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru juga menunjukkan pemahaman tentang kemampuan dan kebutuhan siswa memastikan bahwa soal yang dirancang tidak terlalu mudah atau terlalu sulit. Ini mencakup penyesuaian tingkat kesulitan soal agar sesuai dengan variasi kemampuan di kelas. Pada tahap menilai kewajaran ide PCK yang digunakan guru adalah enacted PCK (ePCK). Guru memilih konteks yang relevan dan menarik bagi siswa dimana guru menggunakan pengetahuan mereka tentang siswa dan strategi penugasan untuk membuat masalah numerasi lebih menarik dan mudah dipahami. Guru tidak hanya memilih topik atau konteks secara acak tetapi mereka mempertimbangkan bagaimana konteks tersebut akan berinteraksi dengan pemahaman siswa. Saat guru mengevaluasi soal yang dirancang guru merefleksikan bahwa soal yang dibuat mungkin terlalu mudah dan panjang dan mempertimbangkan untuk menyempurnakannya. Guru memeriksa apakah soal yang dibuat sudah sesuai dengan tingkat pemahaman siswa dan relevan dengan konteks kehidupan nyata serta melakukan penyesuaian yang diperlukan. Guru juga melakukan refleksi kritis dan penyesuaian untuk memastikan bahwa soal tersebut efektif dalam mengukur pemahaman siswa. Guru menerapkan pengetahuan mereka tentang strategi penugasan dan evaluasi untuk mengoptimalkan pembelajaran.