Skripsi
Analisis daya dukung tanah dasar pada ruas jalan rempe-seloto sta 2+000 – sta 2+500 / Hada Robbani
Abstrak
Jalan adalah prasarana transportasi berupa lintasan yang menghubungkan lalu lintas suatu daerah dengan daerah lainnya. CBR (California Bearing Ratio) diperlukan untuk mendorong distribusi barang dan jasa sekaligus mobilitas penduduk. Jalan berbeda-beda mempengaruhi lapisan perkerasan diatasnya. Objek penelitian jalan yang dipilih adalah ruas jalan Rempe-Seloto STA 2 000 ndash 2 500. Permasalahan pada tanah dasar jalan yang dibangun di atas tanah sawah bisa menjadi kompleks dan memerlukan perhatian khusus. Tanah sawah sering kali memiliki konsistensi yang tidak merata dan ketidakstabilan yang dapat menyebabkan penurunan pengendapan atau pergeseran pada lapisan pondasi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengevaluasi kekuatan daya dukung tanah dasar di Ruas Jalan Rempe ndash Seloto STA 2 000 ndash 2 500 Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Metode ini adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan karakteristik objek penelitian berdasarkan data sifat fisik berupa hasil uji batas Atterberg analisis saringan dan data sifat mekanik berupa hasil uji tes DCP yang kemudian dianalisa berdasarkan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 4 SE M 2010 (Uji CBR dengan DCP) Hasil penelitian sifat fisik tanah menunjukan bahwa jenis tanah ini termasuk kedalam kelompok A-2 (kurang dari 35% lolos saringan No. 200) menurut AASTHO dan termasuk kedalam kelompok pasir (Sand). Berdasarkan metode USCS pasir dikelompokkan lagi menjadi Well-graded Sand (SW) atau Poorly-graded Sand (SP). SW (Well-graded Sand) mempunyai distribusi ukuran butir yang baik dengan sedikit atau tidak ada bahan halus. SP (Poorly-graded Sand) mempunyai distribusi ukuran butir yang buruk bisa jadi terdiri dari satu ukuran partikel dominan atau distribusi yang tidak merata. Secara umum terdapat hubungan positif antara nilai CBR dan DDT. Tanah dengan nilai CBR tinggi biasanya memiliki daya dukung tanah (DDT) yang lebih besar. Ini berarti bahwa semakin tinggi nilai CBR semakin kuat tanah tersebut dalam mendukung beban. Nilai CBR Desain berdasarkan hasil perhitungan CBR pada masing STA yaitu nilai CBR hitung (38.55%) lebih besar dari CBR Desain (14.73%).