Skripsi
Inversi 2-dimensi data magnetotelurik untuk mode te dan tm dengan penambahan tipper pada area panas bumi “sh” / Prinka Nursani
Abstrak
Metode magnetotelurik (MT) merupakan salah satu teknik geofisika yang efektif untuk eksplorasi panas bumi terutama dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang kompleks. Dalam penelitian ini dilakukan inversi 2-dimensi (2D) data MT pada mode Transverse Electric (TE) dan Transverse Magnetic (TM) dengan penambahan Tipper di area panas bumi SH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh koreksi static shift dan penambahan Tipper terhadap kualitas model resistivitas serta memahami perbedaan sensitivitas antara mode TE dan TM dalam mengidentifikasi zona resistif dan konduktif.Metode yang digunakan meliputi pengolahan data MT tanpa dan dengan koreksi static shift serta penambahan Tipper untuk meningkatkan resolusi model resistivitas. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui inversi 2D untuk kedua mode TE dan TM guna menghasilkan model resistivitas yang dapat diinterpretasikan secara geologi. Hasil inversi menunjukkan bahwa model resistivitas awal tanpa static shift menampilkan zona resistivitas rendah di stasiun 14 dan 16 serta zona resistivitas tinggi yang terletak pada kedalaman dangkal hingga 5000 meter. Setelah penerapan koreksi static shift zona resistivitas rendah bergeser ke stasiun 16 dan 17 dengan nilai resistivitas 7-27 Omega m sementara zona resistivitas tinggi terdeteksi lebih dalam sekitar 4000 meter. Penambahan tipper pada mode TE dengan static shift mengubah nilai resistivitas rendah di stasiun 16 dan 17 dengan resistivitas permukaan di stasiun 16 menunjukkan 15-27 Omega m dan di stasiun 17 menunjukkan 33 Omega m serta zona resistivitas rendah tambahan di bawah permukaan.