Skripsi
Perancangan buku ilustrasi lahire panji tentang topeng malangan padepokan mangun dharma / Nadia Vina Maharani
Abstrak
Siklus cerita panji yang berpusat pada Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji meskipun memiliki banyak versi namun akan tetap berpusat pada kedua tokoh tersebut. Dalam wayang topeng malangan khususnya pada padepokan Mangun Dharma terdapat sebuah pertunjukan yang bukan panji sebagai tokoh utamanya melainkan orang tua panji yaitu Prabu Lembu Amiluhur dan Dewi sakyaningrat pertunjukan itu dinamakan Lakon Lahire Panji. Cerita ini diciptakan dari sastra lisan yang diturunkan dari dalang sebelumnya sehingga tidak ada teks atau naskah tulis untuk cerita ini. Untuk meneruskan sebuah budaya literasi berupa buku sangatlah penting agar tidak terjadi simpang-siurnya informasi dan agar tidak terjadi kesalahan dalam mempraktikkannya oleh karena itu di rancanglah buku ilustrasi dengan acuan cerita Lahire Panji sebagai bentuk dokumentasi sastra lisan dengan tujuan Buku ilustrasi digunakan sebagai media penyampaian visual tokoh topeng malangan agar pembaca bisa melihat bagaimana bentuk topeng malangan tersebut serta memancing generasi muda untuk secara kreatif membuat karya berdasarkan budaya dan tradisi dengan metode baru tanpa harus meninggalkan pakem. metode yang digunakan adalah model perancangan prosedural dengan menggunakan bagan sistematika perancangan yang dipaparkan oleh Sanyoto yang dimodifikasi sesuai dengan lingkup permasalahan. Hasil perancangan merupakan media utama berupa buku ilustrasi berukuran 21 x 15 cm terdiri dari 30 halaman.