Skripsi
Perbandingan efektifitas pembelajaran guided discovery dan guided inquiry pada materi gaya siswa Sekolah Dasar”. / Devita Dwina Rachmanisa
Abstrak
Model pembelajaran konstruktivisme adalah salah satu model pembelajaran modern yang populer dan relevan di abad 21. Model ini memberikan peran aktif kepada siswa dalam membangun pengetahuan dan pemahaman mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menggali ide-ide dan pengetahuan mereka sendiri. Pembelajaran konstruktivisme menekankan pentingnya pengalaman nyata penerapan praktik langsung serta refleksi terhadap pengalaman belajar siswa. Model ini juga mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis kemampuan berkolaborasi dan kemandirian dalam proses belajar siswa. Pembelajaran ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif inklusif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Berbagai model pembelajaran yang mendukung pendekatan personalisasi juga diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka seperti Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Pembelajaran Berbasis Teknologi. Dalam menerapkan berbagai model pembelajaran yang telah disediakan dalam kurikulum berdasarkan wawancara bersama guru SDN Srengat 01 masih sering terjadi kebingungan di kalangan para guru. Banyak di antara mereka beranggapan bahwa model-model tersebut serupa karena dimulai dari tahap pemberian pertanyaan atau masalah sebagai pemicu pembelajaran. Namun pada kenyataannya berbagai model pembelajaran tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dalam pendekatannya. Pembelajaran Guided Discovery dan Guided Inquiry adalah dua pendekatan yang bisa digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Kedua model pembelajaran tersebut sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pemberian kebebasan kepada siswa dalam pembelajaran. Penelitian terkait perbandingan efektivitas kedua metode in diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai dua metode pembelajaran ini dan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembelajaran bagi siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan hasil belajar IPA siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Guided Discovery pada materi gaya di Sekolah Dasar. Menjabarkan hasil belajar IPA siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada materi gaya di Sekolah Dasar. Menjabarkan perbedaan hasil belajar IPA siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Guided Discovery dan model pembelajaran Guided Inquiry pada materi gaya di Sekolah Dasar. Hasil penenlitian menunjukan bahwa Model pembelajaran Guided Discovery berpengaruh signifikan terhadap rata-rata hasil belajar siswa. Ini dibuktikan dengan nilai signifikansi uji Wilcoxon Signed Rank Test lt 0 05 pada TP 1 2 dan 3. Model pembelajaran Guided Inquiry juga berpengaruh signifikan terhadap rata-rata hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi uji Wilcoxon Signed Rank Test lt 0 05 pada TP 2 dan 3. Uji Mann Whitney pada hasil post-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua metode dengan p-value gt 0 05. Meskipun demikian Guided Inquiry terbukti lebih efektif dibandingkan Guided Discovery berdasarkan kenaikan rata-rata pre-test dan post-test. Secara keseluruhan meskipun tidak ada perbedaan signifikan pada hasil belajar akhir antara kedua metode Guided Inquiry menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi.