Skripsi
Pengaruh fear of missing out (fomo) dan regulasi diri terhadap mahasiswa fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Malang / Bunga Firstrian Yusnia Cahyani
Abstrak
RINGKASAN Cahyani Bunga F.Y. 2024. Pengaruh Fear of Missing Out dan Regulasi Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Henny Indreswari M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd. Kata Kunci fear of missing out regulasi diri prokrastinasi akademik Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda dalam memulai hingga menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan proses belajar mengajar atau akademik. Munculnya prokrastinasi akademik disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan penundaan akademik. Prokrastinasi akademik dapat terjadi karena tingginya tingkat fear of missing out pada mahasiswa. Fear of missing out terjadi ketika muncul kecemasan untuk kehilangan informasi atau momen yang berarti dari individu lain sehingga menginginkan terus terkoneksi dengan individu lain menggunakan media sosial. Rendahnya tingkat kemampuan regulasi diri juga bisa menjadi penyebab terjadi prokrastinasi akademik. Kemampuan regulasi diri yang baik berperan bagi mahasiswa untuk mengelola atau mengkoordinasikan dirinya dengan merencanakan mengatur dan melaksanakannya yang berorientasi dalam menyelesaikan tugas dengan baik sebagai tujuan bagi mahasiswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari fear of missing out dan regulasi diri terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kausal. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2021 yang berjumlah 1010 orang mahasiswa. Sampel penelitian dihitung menggunakan perhitungan Isaac dan Michael dengan jumlah 214 orang mahasiswa. Kemudian dilakukan pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling untuk menentukan jumlah mahasiswa pada setiap departemennya. Teknik pengumpulan data menggunakan skala fear of missing out skala regulasi diri dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif uji asumsi klasik uji hipotesis dan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS 25 for windows. Berdasarkan hasil uji analisis data yang dilakukan melalui uji analisis regresi linear sederhana pada variabel fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik menunjukkan nilai koefisien sebesar 0 375 sedangkan pada variabel regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik menunjukkan nilai koefisien sebesar -0 471. Pada uji koefisien determinasi menunjukkan persentase besarnya pengaruh dari nilai R square yaitu pada variabel fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik sebesar 8% sedangkan pada variabel regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik sebesar 19 8%. Pada uji hipotesis secara parsial dengan melihat nilai signifikansi lt taraf kesalahan (0 1) dan nilai thitung gt ttabel (1 652). Pada variabel fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik diperoleh nilai signifikansi 0 0001 lt 0 1 dan nilai thitung dan ttabel 3 301 gt 1 652 sehingga hipotesis 1 yang menyatakan terdapat pengaruh antara fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik diterima secara positif. Pada variabel regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik diperoleh nilai signifikansi 0 000 lt 0 1 dan nilai thitung dan ttabel -6 699 gt -1 652 sehingga hipotesis 2 yang menyatakan terdapat pengaruh antara regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik diterima secara negatif. Berdasarkan hasil penelitian ini maka peneliti mengajukan beberapa saran yakni (1) bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan menghindari prokrastinasi dengan mengembangkan kemampuan regulasi diri serta meningkatkan kinerja akademik (2) bagi konselor di perguruan tinggi dapat mengadakan pemberian need assesment secara berkala untuk mengukur permasalahan di mahasiswa sehingga dapat memberikan bantuan untuk mengintervensi perilaku prokrastinasi akademik dalam bentuk pemberian layanan atau fasilitas (3) bagi dosen pembimbing akademik dapat melakukan diskusi secara berkala terkait kinerja akademik mahasiswa pemantauan kinerja akademik mengidentifikasi penurunan kinerja akademik hingga memberikan dukungan secara psikologis bagi mahasiswa bimbangannya sehingga mahasiswa akan memiliki kinerja akademik yang baik dan terhindar dari prokrastinasi akademik dan (4) peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor tambahan yang mempengaruhi prokrastinasi akademik dan mampu menilai tingkatan prokrastinasi akademik pada hasil akhir penyelesaian skripsi.