UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pemetaan daerah wilayah rawan banjir di Kota Kediri menggunakan metode penginderaan jarak jauh / Ali Akbar Wardhana

Wardhana, Ali Akbar - Nama Orang;

Abstrak
Indonesia memiliki dua musim kemarau dan hujan. Dampak dari musim hujan salah satunya adalah banjir. Banjir sangat sering ditemui di berbagai daerah nusantara terutama Kota Kediri. Kota Kediri merupakan dataran yang tergolong rendah dengan intensitas curah hujan yang tergolong tinggi. Fenomena banjir yang sering dijumpai memiliki dampak kerugian yang sangat besar. Penginderaan jarak jauh merupakan salah satu metode untuk memetakan permukaan suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Pemetaan dilakukan oleh citra satelit Sentinel-1 dengan mendeteksi permukaan tanah yang tertutup oleh genangan. Satelit ini bekerja dengan menembakkan gelombang radar yang akan di pantulkan oleh objek yang di amati dan kemudian di tangkap serta diubah menjadi data. Genangan yang terdeteksi akan direkam dan dipetakan sesuai dengan periode waktu yang ditentukan menggunakan software Google Earth Engine (GEE). Hasil dari pemetaan di munculkan dengan perintah kode pemrograman menggunakan bahasa pemrograman Java Script. Pengambilan data dari GEE disempurnakan berbentuk peta menggunakan software QGIS. Data hasil penelitian dikumpulkan dan di analisis menggunakan pendekatan komparatif. Data di rekam dengan periode 1 tahun mulai dari tahun 2016-2023. Nilai dikomparasikan berupa luasan genangan banjir per tahunnya. Dari hasil analisis pada tahun 2016 Kota Kediri mengalami tutupan permukaan oleh genangan banjir seluas 11 19 km2. Tahun 2017 luasan banjir meningkat menjadi 18 71 km2. Tahun 2018 luasan banjir meningkat kembali menjadi 26 03 km2. Tahun 2019 luasan banjir meningkat tidak signifikan menjadi 28 64 km2. Tahun 2020 luasan banjir mulai menurun signifikan menjadi 18 48 km2. Tahun 2021 luasan banjir mengalami penurunan kembali menjadi 16 04 km2. Tahun 2022 banjir mengalami penurunan kembali menjadi 14 10 km2. Tahun 2023 banjir mengalami peningkatan signifikan menjadi 23 00 km2. Peningkatan maupun penurunan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebiasaan masyarakat menjaga lingkungan kondisi pengairan klimatologi letak geografi kondisi hidrologi dan lain-lain.


Informasi Detail
DDC
SKRIPSI DIGITAL
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Fisika, 2024.
Deskripsi Fisik
viii, 14 Lembar. : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
5227/RS/24
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. PENGINDRAAN JARAK JAUH - DAERAH RAWAN BANJIR
2. REMOTE SENSING - FLOOD-PRONE AREAS

Pembimbing
1. Drs. Sutrisno, M.t.;2. Daeng Achmad Suaidi, S.si, M.kom
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik