Skripsi
Identifikasi fitokimia, uji aktivitas antioksidan, dan antijamur ekstrak daun kemangi (ocimum basilicum linn) / Maghfirotul Izzaty Maulaniyah
Abstrak
Kemangi (Ocimum basilicum Linn) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang popular di Indonesia. Pada umumnya masyarakat menggunakan daun kemangi sebagai lalapan pelengkap bumbu masakan dan obat-obatan tradisional. Ditinjau dari manfaatnya daun kemangi diperkirakan mengandung berbagai komponen bioaktif sehingga dapat dimanfaatkan potensinya sebagai antioksidan dan antijamur. Penelitian terkait daun kemangi pada fraksi dan hasil ekstraksi bertingkat belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia mengetahui aktivitas antioksidan dan antijamur paling baik dari ekstrak dan fraksi daun kemangi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium melalui 6 tahapan yaitu 1) preparasi daun kemangi 2) ekstraksi serbuk daun kemangi 3) fraksinasi dan ekstraksi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana kloroform etil asetat etanol dan metanol 4) identifikasi fitokimia ekstrak dan fraksi daun kemangi 5) uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2 2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) 6) uji aktivitas antijamur dengan metode difusi sumuran. Hasil identifikasi fitokimia secara keseluruhan menunjukkan bahwa daun kemangi mengandung flavonoid tanin saponin dan steroid. Kadar total flavonoid paling tinggi diperoleh pada ekstrak etanol sebesar 113 15 mg QE/g sedangkan kadar tanin tertinggi diperoleh pada fraksi metanol sebesar 505 40 mg TAE/g. Aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi paling baik diperoleh pada fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 154 06 micro g.mL-1 dengan kategori lemah. Uji aktivitas antijamur paling baik diperoleh pada ekstrak etanol dengan diameter zona hambat sebesar 4 51 plusmn 0 30 mm dengan kategori lemah.