Tesis
Nilai pendidikan budaya masyarakat Madura dalam kèjhung / Ely Hikmatul Maulidiah
Abstrak
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai seluruh pengejawantahan batin pikiran dan akal budi suatu suku bangsa yang terakumulasikan berdasarkan pelajaran yang diambil serta tumbuh dari pengalaman hidup. Madura memiliki kebudayaan yang sangat beragam bentuknya dan salah satunya dalam wujud kesenian. Dalam kesenian masyarakat Madura terkandung nilai atau pesan pendidikan. K egrave jhung merupakan bagian dari sastra lisan etnis Madura yang mengandung pesan nilai pendidikan. Syair-syair k egrave jhung berisi peritiwa kehidupan yang menyangkut perihal agama cita-cita etika cinta keluarga harga diri dan berbagai aspek lain. Nilai-nilai yang terkandung dalam k egrave jhung dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi terutama terkait dengan kebudayaan lokal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan budaya masyarakat Madura dalam k egrave jhung. Fokus penelitian ini adalah (1) nilai-nilai pendidikan budaya masyarakat Madura dalam ranah keluarga (2) nilai-nilai pendidikan budaya masyarakat Madura dalam ranah sosial dan (3) nilai-nilai pendidikan budaya masyarakat Madura dalam ranah instansi pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif. Orientasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sastra lisan yang berfokus pada pendekatan nilai budaya. Pendekatan moral dalam penelitian ini berkaitan dengan nilai-nilai moral individu nilai-nilai moral sosial dan nilai-nilai moral religi. Moral berkaitan dengan nilai baik-buruk manusia. Hal tersebut dapat dilihat dari seluruh aspek kehidupan manusia secara konkret yang teraktualisasi melalui tutur kata dan perbuatan yang dilakukan secara sadar atau mengerti terlebih dahulu tanpa paksaan atau tekanan orang lain. Data penelitian ini berupa paparan verbal lisan yang ditranskripsikan menjadi paparan verbal tulis. Sumber data penelitian ini adalah video pementasan buku dan para seniman k egrave jhung . Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi dokumen wawancara dan observasi. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tiga hal yang mendominasi nilai pendidikan budaya dalam k egrave jhung. Nilai pendidikan budaya dalam ranah keluarga terbagi dalam tiga aspek yaitu (1) menyayangi hormat dan patuh kepada orang tua (2) menjalankan kewajiban beragama dengan taat dan (3) menjunjung tinggi cita-cita. Nilai pendidikan budaya dalam ranah sosial juga terbagi dalam tiga aspek yaitu (1) sopan santun dalam berinteraksi sosial (2) harga diri dijunjung tinggi dan (3) menjaga sikap baik dalam kehidupan masyarakat. Terakhir nilai pendidikan budaya dalam ranah instansi pendidikan yaitu (1) patuh kepada guru (2) menjalankan sikap-sikap terpuji antar siswa dan (3) menerapkan penggunaan bahasa Madura yang sopan dan sesuai kaidah. Nilai pendidikan budaya dalam ranah keluarga mendeskripsikan tiga aspek yaitu (1) menyayangi hormat dan patuh kepada orang tua (2) menjalankan kewajiban beragama dengan taat dan (3) menjunjung tinggi cita-cita. Aspek pertama mendeskripsikan perasaan menyayangi penghormatan dan kepatuhan masyarakat Madura terhadap orang tua. Orang tua memiliki kedudukan teratas dalam hierarki penghormatan masyarakat Madura. Aspek kedua mendeskripsikan ketaatan masyarakat Madura terhadap perintah agama yang memuat tentang nasihat keagamaan percaya akan takdir dan prioritas kehidupan akhirat. Keagamaan yang kuat mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Madura. Terakhir aspek ketiga mendeskripsikan pentingnya belajar dan menuntut ilmu. Ketekunan belajar memberikan banyak manfaat untuk hari ini dan masa yang akan datang. Nilai pendidikan budaya dalam ranah sosial juga mendeskripsikan tiga aspek yaitu (1) sopan santun dalam berinteraksi sosial (2) harga diri dijunjung tinggi dan (3) menjaga sikap baik dalam kehidupan masyarakat. Aspek pertama mendeskripsikan kesopanan sebagai bentuk tata krama dan etika yang baik dalam masyarakat. Kesopanan dan penghormatan kepada orang lain merupakan aspek yang penting dalam budaya dan interaksi sosial bagi masyarakat Madura. Aspek kedua mendeskripsikan pentingnya harga diri bagi masyarakat Madura. Harga diri berkaitan dengan posisi dan eksistensi masyarakat Madura dalam struktur sosial. Aspek ketiga berkaitan dengan menjaga sikap baik dalam masyarakat. Hidup bermasyarakat melibatkan interaksi sosial yang berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Norma dan nilai yang ada di dalam masyarakat memiliki peran dan fungsi sosialnya masing-masing. Nilai pendidikan budaya dalam ranah instansi pendidikan terdiri atas tiga aspek nilai yaitu (1) patuh kepada guru (2) menjalankan sikap-sikap terpuji antar siswa dan (3) menerapkan penggunaan bahasa Madura yang sopan dan sesuai kaidah. Aspek pertama mendeskripsikan kepatuhan dan penghormatan masyarakat Madura kepada seorang guru. Masyarakat Madura akan memberikan penghomatan kepada guru karena memiliki puncak status sosial yang tinggi dalam masyarakat. Aspek kedua menekankan pada kebersamaan dan menjalin hubungan yang baik antar sesama siswa. Kebersamaan antar siswa di sekolah menciptakan lingkungan belajar yang positif mendorong kerjasama tim membantu perkembangan sosial mengurangi konflik atau perundungan serta meningkatkan prestasi akademik melalui dukungan teman sebaya. Aspek ketiga mendeskripsikan penggunaan bahasa Madura yang sopan dan sesuai kaidah terutama di lingkungan sekolah. Penggunaan bahasa yang sopan membantu menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar dan berinteraksi. Nilai-nilai pendidikan budaya yang mencakup kebaikan-kebaikan terus hidup di masyarakat dalam jangka waktu yang sangat lama. Masyarakat Madura memegang teguh nilai-nilai kebaikan ini sebagai pedoman di berbagai aspek kehidupan dan diturunkan kepada anak cucu mereka