Tesis
Pengembangan modul ajar berbasis augmented reality (AR) pada mata pelajaran seni budaya materi seni emboss untuk peningkatan hasil belajar siswa di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen / Dony Pamungkas Yekti
Abstrak
Pendidikan seni rupa di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen berperan penting dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan estetika siswa. Namun pembelajaran seni di sekolah ini menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas metode pembelajaran yang kurang interaktif dan minimnya pemanfaatan teknologi yang menghambat efektivitas pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut dikembangkan modul ajar berbasis Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya materi seni emboss untuk meningkatkan hasil belajar siswa. augmented reality dianggap lebih praktis dan fleksibel dibandingkan Virtual Reality (VR) dalam konteks pendidikan seni rupa di SMK. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa augmented reality memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dalam visualisasi dan pemahaman konsep seni.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menghasilkan produk pengembangan modul ajar berbasis augmented reality pada mata pelajaran seni budaya materi seni emboss untuk peningkatan hasil belajar siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Kepanjen (2) Menganalisis hasil uji validasi dan uji coba kefektifan produk hasil pengembangan modul ajar berbasis augmented reality pada mata pelajaran seni budaya materi seni emboss untuk peningkatan hasil belajar siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Kepanjen.Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development (R amp D) dengan kerangka model pengembangan ADDIE yang mencakup tahap analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sebagai subjek penelitian serta menggunakan validasi oleh ahli media dan ahli materi. Data dikumpulkan melalui kuesioner observasi dan tes hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan modul. Temuan Penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran Seni Budaya materi seni emboss efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan skor rata-rata dari 66 52 menjadi 85 00. Validasi dari ahli media dan materi menunjukkan skor tinggi masing-masing sebesar 89 3% dan 91 3% mengindikasikan bahwa modul ini layak digunakan dalam pembelajaran. Selain itu siswa yang menggunakan modul augmented reality menunjukkan perubahan positif yang signifikan dibandingkan dengan penggunaan media pembelajaran tradisional terutama dalam hal kreativitas dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran seni rupa. Oleh karena itu penggunaan modul berbasis augmented reality ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas di lingkungan pendidikan kejuruan untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa.