Disertasi
Pengajuan soal bentuk aljabar oleh calon guru ditinjau dari aspek variasi tugas / Ulumul Umah
Abstrak
Kemampuan mengajukan soal penting untuk dimiliki oleh calon guru dalam mempersiapkan praktik pembelajaran matematika. Pengajuan soal dalam perencanaan pembelajaran perlu dilandasi oleh pengetahuan tentang materi (subject matter knowledge) serta pengetahuan konten pedagogis meliputi knowledge of content and teaching dan knowledge of mathematical content and student. Akan tetapi penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kesulitan dalam pengajuan soal untuk kebutuhan pengajaran masih sering dialami calon guru matematika akibat kurangnya pengetahuan materi pelajaran dan pengetahuan pedagogis. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan soal-soal bentuk aljabar yang diajukan calon guru dinyatakan secara ambigu serta beresiko menimbulkan miskonsepsi terhadap makna variabel dalam aljabar. Selain itu variasi konten soal tidak mencakup keseluruhan kegunaan variabel yang diperlukan dalam aljabar matematika sekolah. Temuan studi pendahuluan mengindikasikan bahwa soal yang diajukan dengan kalimat ambigu dan kurang memiliki variasi pada konten dipengaruhi oleh persepsi calon guru berdasarkan pengetahuan tentang materi dan pedagogis yang mereka miliki. Akan tetapi penyelidikan lebih mendalam diperlukan untuk memahami fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) soal bentuk aljabar yang diajukan calon guru berdasarkan aspek-aspek variasi tugas dan (2) persepsi calon guru yang melandasi pengajuan soal bentuk aljabar tersebut. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari enam mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Malang. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti serta dilengkapi dengan instrumen lembar tugas pengajuan soal dan pedoman wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan pendekatan buttom up yaitu proses induktif berangkat dari data tertentu atau detail menuju ke tema dan kode umum. Analisis data dilakukan dengan bantuan software Nvivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek sintaksis soal bentuk aljabar yang diajukan subjek memiliki variasi simbol dan bilangan namun penggunaan bilangan terbatas pada domain bilangan bulat. Pemilihan simbol dan bilangan dilandasi oleh persepsi subjek tentang perlunya keluasan ruang contoh pertimbangan kemudahan familiaritas kelogisan soal upaya mereduksi stress siswa serta pengetahuan tentang kesalahan umum siswa. Beberapa soal cerita pada penelitian ini dinyatakan secara ambigu dan tidak spesifik. Soal dengan kalimat penugasan ambigu pada umumnya diajukan oleh subjek yang memiliki sebagian pemahaman terhadap variabel sebagai objek bukan bilangan. Sementara itu sebagian subjek menggunakan kalimat penugasan yang tidak spesifik secara berkesadaran dengan pertimbangan manfaat soal untuk memantau pemahaman siswa. Beberapa soal memiliki clue sesuai dengan persepsi subjek tentang manfaat clue. Pada aspek konten soal didominasi oleh penggunaan variabel sebagai specific unknown number yang pada umumnya bersesuaian dengan pengetahuan subjek penelitian tentang makna variabel. Beberapa soal cerita membutuhkan asumsi yang berhubungan dengan konteks budaya sebagai tambahan informasi untuk mencapai jawaban. Pemilihan cerita pada soal didasarkan pada persepsi subjek tentang familiaritas kemudahan dan keluasan ruang contoh. Sementara itu pada aspek struktur variasi bentuk suku aljabar didasarkan pada persepsi subjek tentang keluasan ruang contoh pengetahuan tentang kesalahan umum siswa serta urutan soal dari mudah ke sulit. Penggunaan referensi juga ditemukan sebagai persepsi yang melandasi pengajuan soal subjek penelitian. Beberapa subjek memodifikasi soal dan menyeleksi referensi berdasarkan pada pertimbangan etika dan kesesuaian dengan tujuan pengajuan soal. Di samping itu ketergantungan subjek pada referensi dalam pengajuan soal juga ditemukan yang terindikasi dari modifikasi soal hanya pada elemen-elemen yang bersifat permukaan serta adopsi clue soal berupa definisi yang ambigu. Meskipun demikian pengalaman masa lampau subjek dalam belajarnya sendiri dan saat berinteraksi dengan siswa telah mendorong refleksi mereka dalam proses pengajuan soal. Berdasarkan hasil penelitian ini variasi kegunaan variabel pada soal bentuk aljabar untuk matematika sekolah perlu ditingkatkan. Terkait ditemukannya pernyataan soal yang ambigu kekurangan data dalam soal cerita dan ketergantungan dalam memanfaatkan referensi calon guru perlu didorong untuk melakukan lebih banyak refleksi dalam proses pengajuan soal.