Skripsi
Ekstraksi, identifikasi fitokimia, aktivitas antioksidan, dan antijamur pangan pada ekstrak kubis ungu (brassica oleracea) / Mita Ayuni Dwi Anggraini
Abstrak
Kubis ungu (Brassica oleracea) merupakan salah satu sayuran yang dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia memanfaatkan kubis ungu sebagai penambah estetika pada makanan karena memiliki warna khas ungu. Selain memiliki warna yang menarik adanya kandungan-kandungan metabolit sekunder menjadikan kubis ungu memiliki banyak manfaat seperti sebagai antioksidan dan antijamur pangan. Kandungan metabolit sekunder dapat diambil dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen kandungan fitokimia aktivitas antioksidan dan antijamur pangan pada ekstrak serta fraksi kubis ungu. Penelitian ini dilakukan dengan 6 tahapan yaitu (1) preparasi dan ekstraksi kubis ungu menggunakan etanol (2) fraksinasi ekstrak kental etanol (3) identifikasi fitokimia ekstrak dan fraksi kubis ungu secara kualitatif dan kuantitatif (4) analisis ekstrak dan fraksi kubis ungu menggunakan spektrofotometer IR (5) uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi kubis ungu (6) uji aktivitas antijamur pangan ekstrak dan fraksi kubis ungu. Penelitian ini menghasilkan rendemen ekstrak etanol fraksi n-heksana kloroform etil asetat dan metanol secara berurutan adalah 49 58% 3 33% 0 54% 7 05% dan 78 25%. Ekstrak etanol dan fraksi metanol mengandung flavonoid tanin triterpenoid dan saponin sedangkan fraksi n-heksana kloroform etil asetat mengandung flavonoid tanin dan triterpenoid. Kandungan tanin total tertinggi berada pada fraksi etil asetat 1039 23 mgTAE/g sedangkan kandungan flavonoid total tertinggi berada pada ekstrak etanol 19 16 mgQE/g. Aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh fraksi metanol dengan nilai IC50 306 96 ppm dan pada aktivitas antijamur pangan fraksi metanol dapat menghambat pertumbuhan jamur roti tawar dengan durasi waktu 228 jam pada konsentrasi 1000 ppm.