Disertasi
Pengaruh terapi perilaku kognitif daring terhadap kecemasan ujian matematika lintas efikasi diri pada siswa SMA / Esty Aryani Safithry
Abstrak
Sifat matematika yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa dan menimbulkan rasa cemas pada saat berhadapan dengan ujian matematika baik dalam pembelajaran ataupun dalam menghadapi evaluasi pembelajaran mengakibatkan munculnya anggapan bahwa ujian metematika menjadi ujian yang dianggap paling menyulitkan dan memunculkan kecemasan sebelum ujian. Siswa dengan efikasi diri tinggi percaya bahwa dirinya mampu menghadapi situasi yang tidak diharapkan dan dapat mengubah kecemasan menjadi hasil yang positif. Sedangkan siswa dengan efikasi yang rendah cenderung menjadi cemas terhadap tuntutan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terapi perilaku kognitif daring terhadap kecemsan ujian matematika kemudian untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan apakah terdapat pengaruh interaksi antara terapi perilaku kognitif daring dengan efikasi diri terhadap kecemasan ujian matematika. Penelitian ini menggunakan desain faktorial. Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan ada dua yaitu terapi perilaku kognitif daring dan terapi perilaku kognitif luring serta variabel moderatornya adalah efikasi diri yang memiliki dua level yaitu efikasi diri tinggi dan efikasi diri rendah. Setiap variabel atau faktor memiliki dua level maka desain ini disebut desain faktorial 2 x 2. Subjek berjumlah 60 siswa yang memiliki kecemasan ujian matematika tinggi dan dibagi menjadi empat kelas. Instrumen yang digunakan adalah Revised Test Anxiety Scale yang terdiri dari 20 item untuk mengukur kecemasan ujian matematika dan The Scale of Sources of Self-efficacy in Mathematics (SSEM) untuk mengukur efikasi diri akademik dan panduan terapi perilaku kognitif daring untuk memastikan kegiatan sesuai dengan prosedurnya. Kegiatan terapi perilaku kognitif daring dilaksanakan sebanyak 8 sesi yang terdiri dari kegiatan restrukturisasi kognitif latihan relaksasi dan problem solving. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah anava dua jalur. Tujuan analisis anava dua jalur adalah untuk menguji efek dua variabel bebas terhadap satu variabel terikat dan interaksi kedua variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan skor postes kecemasan ujian matematika antara siswa yang diberikan terapi perilaku kognitif daring dengan siswa yang diberikan terapi perilaku kognitif luring. Pada level efikasi diri terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan ujian matematika antara siswa yang memiliki efikasi diri tinggi dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah. Adanya interaksi yang terjadi antara Terapi perilaku kognitif dengan efikasi diri siswa menunjukkan bahwa keunggulan Terapi perilaku kognitif daring tidak lagi menjadi satu-satunya penyebab dalam menurunkan kecemasan siswa karena ada faktor efikasi diri yang juga ikut berperan. Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan. Keterbatasan pertama adalah penelitian ini menggunakan sampel siswa SMA dari beberapa sekolah yang mungkin tidak mewakili populasi umum Oleh karena itu hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke kelompok usia atau latar belakang pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu penelitian di masa depan dapat mengguankan sampel dari tingkat Pendidikan dan usia yang beragam. Kedua penelitian ini hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang mungkin tidak cukup lama untuk mengamati efek jangka panjang dari Terapi perilaku kognitif daring. Penelitian selanjutnya sebaiknya merencanakan penelitian longitudinal yang memungkinkan untuk mengikuti partisipan selama periode waktu yang lebih panjang. Ketiga Terapi perilaku kognitif daring dapat memiliki keterbatasan teknis seperti masalah koneksi internet atau keterbatasan akses ke perangkat komputer. Penelitian selanjutnya sebaiknya memastikan bahwa infrastruktur teknis yang memadai tersedia untuk partisipan serta menyediakan dukungan teknis jika diperlukan.