Tesis
Pengembangan bahan ajar sejarah berbasis website dengan materi perkembangan tema seni lukis pada abad 17 hingga 20 awal untuk menunjang minat belajar sejarah serta sikap cinta tanah air siswa SMAN 1 Purwosari / Shela Dwi Utari
Abstrak
Kebutuhan manusia selalu berbanding lurus dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meningkatnya kebutuhan manusia membuat digitalisasi dalam segala bidang termasuk pendidikan sejarah selalu berkembang dari masa ke masa. Digitalisasi pada bidang pendidikan meliputi berbagai aspek pembelajaran seperti media bahan ajar dan bahan ajar merupakan contoh umum yang sering digunakan sebagai subjek penelitian dan pengembangan saat ini. Meningkatnya penggunaan internet dalam pendidikan dan pelatihan mengharuskan guru untuk mengintegrasikan ke dalam lingkungan pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi dalam pendidikan adalah pemanfaatan situs website sebagai bahan ajar. Aplikasi berbasis website memainkan peran penting dalam pembelajaran sejarah terutama dalam memfasilitasi kebutuhan bahan ajar siswa. Banyak siswa dan guru yang mengalami kesulitan ketika mereka tidak dapat menemukan sumber-sumber yang digunakan untuk pembelajaran sejarah. Oleh karena itu digitalisasi diperlukan untuk memudahkan siswa dan guru mengakses sumber-sumber tersebut dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil pengumpulan data awal pada tanggal 2 September 2023 guru mengalami kesulitan dalam mengakses bahan ajar sejarah dan guru tidak dapat mengembangkan dan mengajarkan materi lain di luar buku paket atau lembar kerja siswa (LKS). Selain itu siswa lebih sering menggunakan situs website untuk mengakses bahan ajar sejarah tambahan dan lebih menyukai bahan ajar sejarah berbasis foto/gambar. Pengembangan produk pada tesis ini didasari oleh kebutuhan akan materi yang termasuk dalam capaian pembelajaran kurikulum merdeka yaitu kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia. Selain itu ada kurikulum ini terdapat kebebasan yang diberikan kepada guru untuk mengembangkan materi sendiri yang dianggap tidak ada di buku paket. Oleh karena itu diperlukan inovasi yang tepat salah satunya dengan mengemas materi perkembangan seni lukis di Hindia Belanda khususnya pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20 yang tidak ada di buku paket dengan aplikasi website. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Model ini terdapat 10 langkah namun peneliti hanya mengadopsi 7 langkah saja disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Langkah-langkah dari penelitian ini yaitu (1) research and information collecting (2) planning (3) develop preliminary form of product (4) main product revision (5) main field testing (6) operational field testing (7) final product revision. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yakni bahan ajar sejarah berbasis website didasarkan pada kurikulum merdeka yang masuk pada capaian pembelajaran kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia. Berdasarkan hasil validasi materi dan media ditemukan hasil 97 73% dan 95 15% yang dianggap sangat valid dan sangat layak untuk diterapkan di lapangan walaupun ada revisi kecil. Berdasarkan hasil uji coba lapangan ditemukan bahwa bahan ajar sejarah berbasis website ini memiliki pengaruh yang cukup positif terhadap minat belajar sejarah dan cinta tanah air siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil dari pre-test dan post-test siswa dimana minat belajar sejarah naik sebesar 4.97. Sedangkan cinta tanah air siswa juga mengalami peningkatan sebesar 4 17 setelah penggunaan bahan ajar sejarah berbasis website diterapkan. Peningkatan ini terjadi karena penggunaan bahan ajar berbasis pada lukisan sesuai dengan zaman dimana peristiwa sejarah terjadi. Kesesuaian ini membuat siswa mampu merekonstruksi peristiwa sejarah dalam perspektifnya sendiri sehingga minat untuk belajar sejarah semakin meningkat. Variabel cinta tanah air juga meningkat karena dalam proses pembelajaran peneliti mengarahkan siswa untuk berpikir secara kritis mengenai peran bangsa Indonesia dan peristiwa yang ada dalam lukisan.