Disertasi
Kreativitas calon guru pada proses desain tugas numerasi berbasis proyek / Vivi Suwanti
Abstrak
Indonesia adalah salah satu negara yang melakukan restrukturisasi kurikulum dengan menyertakan numerasi sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa tugas numerasi perlu didesain sesuai dengan aspek-aspek pada model numerasi abad ke 21 yang merupakan dasar yang valid digunakan untuk struktur pengembangan pembelajaran numerasi. Model numerasi abad ke 21 memiliki kesesuaian dengan prinsip desain pembelajaran berbasis proyek. Kombinasi pembelajaran yang melibatkan tugas numerasi dan proyek memiliki prospek yang menjanjikan untuk diterapkan di masa depan. Keterampilan desain tugas penting untuk dimiliki oleh guru tetapi keterampilan ini harus dikembangkan secara berkelanjutan dan sistematis. Oleh karena itu keterampilan desain tugas harus dikembangkan mulai dari calon guru. Calon guru memiliki banyak potensi untuk mengembangkan kemampuan desain tugas dalam pembelajaran. Kemampuan calon guru dalam mendesain tugas dipengaruhi oleh kreativitas. Berdasarkan hasil observasi awal pada calon guru matematika diketahui bahwa calon guru memiliki pola kreativitas desain tugas numerasi berbasis proyek yang berbeda ditinjau dari proses dan produk desain tugas numerasi berbasis proyek. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi kreativitas calon guru pada proses desain tugas numerasi berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksploratif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 calon guru matematika Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang telah menempuh mata kuliah pengelolaan kelas perencanaan pembelajaran pengembangan media pembelajaran dan kajian pembelajaran matematika sekolah. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kemampuan mengkonstruksi desain tugas yang memenuhi minimal 70% elemen-elemen tugas numerasi berbasis proyek. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data kualitatif yang berfokus pada proses berpikir model kreatif tipe konstruksi dan produk kreatif berupa desain tugas numerasi berbasis proyek. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini meliputi form desain tugas numerasi berbasis proyek pedoman wawancara dan catatan lapangan. Form desain tugas numerasi berbasis proyek terdiri dua bagian yaitu bagian 1 berupa stimulus materi dan bagain 2 berupa form desain tugas yang dilengkapi dengan rubrik kesesuaian desain tugas. Pertanyaan pada pedoman wawancara dikembangkan berdasarkan tahap-tahap proses kreatif Wallas. Proses pengumpulan data dilakukan dengan tahap-tahap meliputi a) pemberian materi b) jeda waktu (break moment) c) wawancara tahap preparasi d) proses desain tugas e) penilaian kesesuaian tugas f) wawancara tahap inkubasi iluminasi dan verifikasi g) penyusunan alternatif jawaban tugas dan h) wawancara tambahan. Analisis data pada penelitian ini mengadaptasi metode komparasi konstan meliputi membandingkan insiden yang berlaku untuk setiap kategori memadukan kategori dan sifat-sifatnya menetapkan teori dan menulis teori. Validitas keakuratan temuan dilakukan dengan cara triangulasi (sumber teknik dan teori) dan member checking (pemeriksaan anggota). Reliabilitas pada penelitian ini dilakukan melalui perbandingan data konstan oleh peneliti (melalui triangulasi sumber) dan pemeriksaan interpretasi data oleh ahli lain pada bidang pendidikan (pengecekan sejawat). Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat dua tipe kreativitas desain tugas numerasi berbasis proyek calon guru ditinjau dari konstruksi ide awal desain tugas meliputi 1) tipe konstruksi disosiasi dan 2) tipe konstruksi kombinasi asosiasi. Calon guru tipe konstruksi disosiasi memperoleh ide awal dengan melakukan observasi meluas dan tidak sistematis pada objek-objek di sekitar mereka atau asosiasi-asosiasi jauh yang tidak terkait secara langsung dengan tugas numerasi berbasis proyek. Calon guru tipe konstruksi disosiasi lebih banyak mensintesis aspek-aspek yang berbeda pada tugas numerasi berbasis proyek dibanding tugas-tugas yang pernah mereka temui. Desain tugas numerasi berbasis proyek yang dihasilkan oleh calon guru tipe konstruksi disosiasi memiliki konteks serta konten kompleks. Calon guru tipe konstruksi kombinasi asosiasi memperoleh ide awal desain tugas numerasi berbasis proyek melalui kombinasi ide-ide tugas lama yang telah mereka miliki dengan menambahkan beberapa inovasi agar sesuai dengan permintaan desain tugas numerasi berbasis proyek. Calon guru tipe konstruksi kombinasi asosiasi lebih banyak mensintesis aspek-aspek yang mirip antara tugas numerasi berbasis proyek dan tugas-tugas yang pernah ditemui. Desain tugas numerasi berbasis proyek yang dihasilkan oleh calon guru tipe konstruksi kombinasi asosiasi memiliki konten matematis dan konteks sederhana serta dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.