Skripsi
Hubungan pengetahuan, pola makan, dan stres pada risiko sindrom dispepsia di Pondok Pesantren Salafiyah 1 Bangil / Ikrimah
Abstrak
Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang menandakan adanya penyakit di saluran pencernaan atas disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan stress berkepanjangan. Remaja menjadi kelompok rentan terhadap dispepsia karena pola makan dan gaya hidup mereka yang tidak teratur. Pondok Pesantren Salafiyah 1 Bangil merupakan salah satu lembaga pendidikan dengan model asrama yang menyediakan berbagai aktivitas dan telah diatur sedemikian rupa untuk membantu santri produktif dan teratur dalam hidupnya. Namun masih ditemukan risiko kasus dispepsia di lingkungan pondok pesantren tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pola makan dan stress pada risiko kejadian dispepsia. Penelitian ini menggunakan desain case-control study dengan total 120 responden yang terbagi dalam dua kelompok populasi tujuannya adalah santriwati mukim (bermukim atau tinggal di pondok pesantren) kelas 3 Aliyah. Data diambil menggunakan kuesioner penelitian yang telah divalidasi sebelumnya dan menggunakan analisis statistik chi-square untuk mengetahui hubungan pada risiko kejadian. Hasilnya ditemukan hubungan signifikan pola makan pada risiko kejadian sindrom dispepsia dengan nilai P value 0 022 dan nilai OR 2 625. Sedangkan pada variabel pengetahuan dan stress tidak ditemukan hubungan signifikan pada risiko kejadian sindrom dispepsia