Skripsi
Hubungan antara body image dan dukungan sosial dengan penerimaan diri mahasiswa bimbingan dan konseling / Ernestasya Dalfina Putri
Abstrak
Penerimaan diri citra tubuh dan dukungan sosial saling mempengaruhi kesejahteraan individu. Penerimaan diri yaitu kemampuan menerima diri sendiri dipengaruhi oleh citra tubuh atau persepsi terhadap tubuh sendiri. Individu dengan penerimaan diri tinggi biasanya memiliki body image positif dan tidak mempengaruhi standar kecantikan yang tidak realistis. Dukungan sosial dari keluarga teman dan lingkungan memperkuat penerimaan diri dan body image melalui dukungan emosional dan validasi. Kombinasi faktor ini meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan ketiga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang yang berjumlah 530 Mahasiswa dengan jumlah sampel 84 mahasiswa. Sampel ini diambil menggunakan metode stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan skala body image dukungan sosial dan penerimaan diri yang telah di uji reliabilitas dan validitas. Hasil korelasi pearson ditemukan bahwa citra tubuh memiliki korelasi positif yang kuat dan signifikan dengan penerimaan diri dengan koefisien korelasi sebesar 0 680. Demikian pula dukungan sosial juga memiliki korelasi positif yang kuat dan signifikan dengan penerimaan diri dengan koefisien korelasi sebesar 0 648. Namun antara body image dan dukungan sosial terdapat korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan dengan koefisien korelasi sebesar -0 039. Secara keseluruhan meskipun body image dan dukungan sosial tidak saling memburuk keduanya tetap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan diri. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan penerimaan diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra tubuh mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan diri. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri. (3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan dukungan sosial. Meskipun citra tubuh dan dukungan sosial berperan penting dalam mempengaruhi penerimaan diri keduanya tidak saling merusak secara signifikan pada satu sama lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik body image maupun dukungan sosial secara individu memiliki pengaruh yang kuat terhadap penerimaan diri namun hubungan antara body image dan dukungan sosial sendiri tidak signifikan. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi yang mempertimbangkan kedua variabel secara terpisah dalam upaya mempengaruhi atau meningkatkan penerimaan diri tanpa perlu mempengaruhi interaksi langsung antara citra tubuh dan dukungan sosial.