Tesis
Pengembangan LKPD berbasis generative learning untuk mengatasi kesalahan peserta didik pada materi vektor di SMAN 1 Gunung Tuleh / Nidaul Azizi
Abstrak
Materi vektor merupakan salah satu materi dimana peserta didik memiliki nilai rendah karena banyaknya kesalahan yang mereka lakukan. Berdasarkan hasil analisis kesalahan yang muncul yaitu kesalahan memahami transformasi dan memproses. Kesalahan yang dialami peserta didik sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman peserta didik pada suatu konsep. Generative Learning adalah salah satu model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam menemukan konsep. Penerapan model ini dapat diwujudkan dengan memanfaatkan bahan ajar berupa LKPD karena LKPD berisi tugas dan petunjuk serta kegiatan yang harus dilakukan peserta didik untuk menemukan suatu konsep. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti mengembangkan LKPD berbasis Generative Learning untuk mengatasi kesalahan peserta didik pada materi vektor yang valid praktis dan efektif. Prosedur penelitian mengacu pada model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu tahap analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi. Penelitian ini dianalisis dengan menguji kevalidan kepraktisan dan keefektifan. Uji kevalidan LKPD dilakukan oleh 2 validator yaitu dosen matematika sebagai validator ahli dan guru SMA Negeri 1 Gunung Tuleh sebagai validator praktisi. Setelah LKPD dinyatakan valid maka LKPD diujicobakan kepada peserta didik kelas X dengan jumlah 28 peserta didik. Data uji kepraktisan produk diperoleh dari angket respon peserta didik. Uji keefektifan produk diperoleh melalui tes formatif kepada subjek uji coba setelah menggunakan LKPD yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data tingkat validitas LKPD yang dihasilkan dikategorikan valid dengan skor rata-rata 3 63. Rata-rata skor hasil uji kepraktisan mencapai 4 32 yang berarti dalam kategori praktis. Tingkat keefektifan LKPD yang dihasilkan dikategorikan efektif. Hal tersebut diketahui dari persentase peserta didik yang mendapat nilai lebih dari atau sama dengan KKM pada tes formatif mencapai 89 29% sehingga LKPD yang dikembangkan dikatakan efektif digunakan untuk pembelajaran dan tujuan pengembangan telah tercapai.