Tesis
Pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dan kinerja keberlanjutan pada perusahaan non keuangan di Indonesia / Tsania Rahmawati
Abstrak
Berbagai fenomena global seperti pasar yang semakin kompetitif perubahan iklim kerusakan lingkungan dan krisis keuangan meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan atas pentingnya kinerja keuangan dan kinerja keberlanjutan. Intellectual capital (IC) merupakan faktor internal berupa sumber daya tak berwujud yang dikelola perusahaan dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan. Akan tetapi beberapa literatur terdahulu mengungkapkan bahwa IC gagal meningkatkan kinerja keuangan pada kondisi krisis. Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis keuangan di seluruh dunia termasuk Indonesia negara berkembang. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh komponen intellectual capital yaitu human capital structural capital relational capital dan capital employed terhadap kinerja keuangan periode sebelum saat dan setelah krisis pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatif dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 1.299 unit pengamatan dari 168 perusahaan non keuangan di Indonesia tahun 2018-2022 didapatkan dari teknik pengambilan sampel purposive sampling. Regresi data panel digunakan untuk menganalisis data dengan bantuan EViews 13. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) dalam periode 5 tahun hanya RC dan CE yang secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan. Namun hanya CE yang secara signifikan mampu meningkatkan kinerja keuangan pada periode sebelum saat dan setelah krisis pandemi COVID-19 dan 2) dalam periode 5 tahun hanya HC yang secara signifikan meningkatkan kinerja keberlanjutan. Namun tidak ada komponen IC yang secara signifikan mampu meningkatkan kinerja keberlanjutan sebelum saat dan setelah krisis pandemi COVID-19. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan non keuangan di Indonesia masih sangat bergantung pada investasi modal fisik dan modal finansial dalam meningkatkan kinerja keuangan dan kinerja keberlanjutan baik dalam kondisi non-krisis maupun krisis. Temuan penelitian memberikan implikasi teoritis dengan memperluas pengujian teori resource-based dan teori kontinjensi serta implikasi praktis kepada manajemen dan investor atas pentingnya mengoptimalkan investasi IC khususnya HC RC dan CE secara efisien untuk mencapai kinerja tinggi dalam kondisi ketidakpastian. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode analisis lain memperluas waktu pengamatan dan menambahkan variabel moderasi atau mediasi misalnya inovasi hijau tata kelola perusahaan struktur atau budaya organisasi dan variabel lainnya.