Skripsi
Redesain kemasan tahu kriuk ‘gudang tahu’ khas Kediri upaya membangun brand awareness / Hendriyana Rizki Rosalia
Abstrak
Kediri dikenal dengan kuliner tahunya. Meningkatnya jumlah produsen oleh-oleh tahu dapat berdampak pada persaingan dan brand awareness. Produk Tahu Kriuk Gudang Tahu salah satunya menggunakan plastik sekali pakai dengan penutup sealer sehingga tidak bisa digunakan lagi setelah dibuka. Kemasan transparan juga dapat mempercepat kerusakan produk camilan kering. Banyak produk tahu dari merek pesaing menggunakan desain yang mirip sehingga tidak memiliki keunikan dan menyulitkan konsumen dalam membedakannya. Padahal kemasan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi serta visual keunikan daerah asal produk oleh-oleh. Untuk itu dilakukan perancangan ulang kemasan demi memenuhi kebutuhan konsumen dan menjadi solusi serta membangun brand awareness. Perancangan menggunakan metode Design Thinking oleh Tim Brown amp Kelley serta teori analisis Empathy Map dari Dave Gray untuk memahami preferensi konsumen dan mengembangkan solusi desain kemasan yang efektif. Dari perancangan ulang yang dilakukan dihasilkan desain 5 jenis kemasan dengan warna dan elemen visual menarik gambar produk serta ilustrasi budaya Kediri seperti jaranan dan barongan. Selain itu dihasilkan pula 12 media pendukung seperti merchandise brosur poster x-banner spanduk mug dan mangkok tent card bunting flag serta media promosi digital.