Skripsi
Perbedaan variasi round roller dan sliding roller pada continuously variable transmission (cvt) terhadap daya dan torsi sepeda motor yamaha soul gt 125 cc / MOCHAMAD AKHDAN SYAUQI
Abstrak
Akselerasi kendaraan tergantung pada daya mesin dan torsi mesin semakin besar daya dan torsi yang dihasilkan oleh mesin maka semakin cepat kendaraan dapat melaju. Pada transmisi otomatis atau CVT (Continuously Variable Transmission) Ada komponen yang disebut roller yang berfungsi untuk mengubah besar kecilnya diameter pulley berdasarkan putaran mesin kendaraan. Roller weight adalah salah satu komponen yang sering dimodifikasi dalam penyetelan sepeda motor matik. Sepeda motor matik memiliki kelemahan seperti akselerasi yang kurang baik pada jalanan menanjak. Seiring kemajuan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) saat ini terdapat variasi bentuk roller dengan bentuk asimetris yang disebut (sliding roller). Mereka menyebut (sliding roller) dapat beroperasi lebih baik daripada roller konvensional (round roller) pada umumnya yaitu dapat meningkatkan akselerasi dari roller konvensional (round roller) yang diklaim bisa membuat tarikan dan akselerasi sepeda motor matik lebih responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya dan torsi kendaraan Yamaha Soul Gt 125 yang menggunakan roller sliding dan round roller. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh dari adanya perlakuan tertentu yang dilakukan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen dengan alat dynotest. Kemudian teknik analisis data dengan uji normalitas uji homogenitas dan uji-t menggunakan software SPSS 25. Pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan terhadap daya yang dihasilkan pada sepeda motor Yamaha Soul Gt 125 cc antara variasi round roller dan sliding roller. Daya tertinggi yang dihasilkan oleh sliding roller yaitu (7 06 HP) pada 5720 rpm sedanglan varian round roller hanya menghasilkan (6 19 HP) pada 7000 rpm. Hal tersebut disebabkan oleh gaya dorong sliding roller yang lebih besar mengakibatkan rasio transmisi akan semakin tinggi dalam melakukan perubahan yang efeknya dapat meningkatkan daya yang dihasilkan. Dan untuk torsi terdapat perbedaan yang signifikan yang dihasilkan torsi tertinggi yang dihasilkan oleh sliding roller yaitu (8 76 N/m) lebih tinggi dibandingkan dengan varian round roller yaitu (8 20 N/m). Hal tersebut dikarenakan variasi dari round roller yang berbentuk bulat membuat bidang luasan kontak yang menempel pada variator tidak sebesar bentuk sliding roller sehingga mengakibatkan jarak antara dua pulley tidak dapat menyempit secara maksimal maka V-belt tidak dapat mencapai titik maksimal pada sliding sheave yang efeknya torsi yang dihasilkan tidak maksimal dibandingkan dengan varian sliding roller.