Skripsi
Prevalensi kontaminasi telur cacing sth soil-transmitted helminths (sth) pada sayuran daun bawang merah (allium fistulosum) yang dijual di pasar Kota MALANG / FARAH PRAMESTI
Abstrak
Sayuran mentah merupakan makanan pelengkap bagi masyarakat di Indonesia. Salah satunya sayur daun bawang merah ( Allium fistulosum) Konsumsi daun bawang merah ( A. fistulosum ) secara mentah dengan pencucian yang tidak benar dapat menjadi sumber potensi infeksi telur cacing Soil-Transmissed Helminths (STH) usus pada manusia dan hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengetahui kontaminasi jenis telur cacing STH pada sayur daun bawang merah ( A. fistulosum ) yang dijual di pasar Kota Malang. Sampel diambil dari setiap pedagang sayur di 5 pasar Kota Malang yang telah ditentukan. Sampel diambil sebanyak 100 gram dari masing - masing geng peda di setiap pasar . Daun bawang merah di cuci menggunakan larutan NaOH 0 25 % sebanyak 100 ml kemudian hasil pencucian disentrifus dengan kecepatan 2000 rpm selama 20 menit. Endapan yang terbentuk diamati menggunakan mikroskop mulai dari perbesaran 10 times 40 dan 10 times 100 dan diukur menggunakan mikrometer. Hasil penelitian Telur cacing STH yang telah ditemukan di 5 pasar Kota Malang termasuk dalam spesies STH yaitu Ascaris lumbricoide Trichuris vulpis dan Hookworm (Ancylostoma) kontaminasi telur STH yang paling banyak ditemukan pada daun bawang merah yaitu spesies Ascaris lumbricoides dengan total 329 butir di 5 pasar Kota Malang. Prevalensi angka kontaminasi subur dan steril menunjukkan telur cacing STH yang paling banyak ditemukan pada sayur daun bawang merah (A. fistulosum) di 5 pasar Kota Malang merupakan telur cacing Ascaris lumbricoides dalam kondisi fertil sebanyak 249. Oleh karena itu saat ingin mengkonsumsi sayuran daun bawang merah (A.fistulosum) mentah perlu dilakukan pengolahan yang baik dan benar.