Tesis
Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru fisika dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi / Ika Pratiwi Wulandari
Abstrak
Penerapan student centered learning yang dilakukan guru biasanya menggunakan strategi atau pendekatan pembelajaran tertentu dengan memberikan perlakuan yang sama tanpa memperhatikan kebutuhan individu siswa. Dampaknya terdapat siswa yang kurang minat dalam belajar dan hasil belajar menjadi kurang maksimal karena merasa kebutuhannya tidak terpenuhi. Hingga akhirnya kurikulum merdeka menganjurkan guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Karena setiap siswa memiliki karakteristik yang unik pembelajaran berdiferensiasi memberikan fleksibilitas yang memungkinkan setiap siswa belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka sehingga keberhasilan belajar dapat tercapai. Sosialisasi pembelajaran berdiferensiasi telah dilakukan secara khusus kepada guru penggerak. Akibatnya guru non-penggerak hanya dapat memperoleh informasi secara mandiri yang berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi dalam penerapannya di lingkungan kelas. Oleh karena itu perlunya analisis bagaimana pengetahuan guru penggerak maupun non penggerak dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan kerangka PCK serta perbedaan bagaimana penerapannya pada kedua guru tersebut. PCK merupakan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh guru pada pembelajaran sehingga dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pasti juga tidak lepas dari PCK yang dimiliki oleh guru. Kategori PCK yang digunakan terdiri atas 1) pengetahuan tentang kurikulum 2) pengetahuan tentang pemahaman siswa mengenai sains 3) pengetahuan tentang strategi pembelajaran 4) pengetahuan tentang penilaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari satu guru fisika penggerak (GP) dan non penggerak (NP) yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pemilihan subjek penelitian ini didasarkan pada tiga kriteria utama (1) pengalaman mengajar dengan model pembelajaran berdiferensiasi (2) keterlibatan langsung dalam menyusun rencana pembelajaran (3) Guru telah memiliki sertifikat pendidik. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar analisis perencanaan guru lembar analisis lembar observasi dan catatan lapangan pedoman wawancara guru dan siswa. Proses analisis terdiri atas mempersiapkan dan mengatur data untuk analisis mentranskripkan data menjadi terbiasa dengan data mencatat data mengkode data berpindah dari kode ke kategori dan kategori ke tema membuat proses analisis menjadi transparan. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik diferensiasi lebih terlihat pada pelaksanaan daripada perencanaan. Perencanaan di modul ajar belum terlihat bagian diferensiasi pada konten proses dan produk. Bagian diferensiasi hanya terlihat pada hasil wawancara pada kedua guru pada perencanaan. Pada pelaksanaan diferensiasi konten kedua guru terlihat pada pengetahuan tentang kurikulum sub-komponen sasaran dan tujuan ilmu pengetahuan. Diferensiasi proses hanya terlihat pada GP pada pengetahuan mengenai strategi pembelajaran bagian aktivitas. Kedua guru tidak terlihat melakukan diferensiasi produk. Pengetahuan pada penilaian dalam merencanakan dan melaksanakan kedua guru telah cukup mencerminkan penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi dimana kedua guru melakukan penilaian diagnostik formatif dan sumatif. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang GP dan NP lakukan masih belum optimal. Tetapi GP masih lebih baik dalam pembelajaran berdiferensiasi secara menyeluruh (termasuk merencanakan dan melaksanakan). Implikasi penelitian ini adalah memberikan sosialisasi atau pelatihan lebih mendalam mengenai pembelajaran berdiferensiasi ke guru secara menyeluruh agar pemahaman pembelajaran berdiferensiasi tiap guru menjadi lebih baik.