Disertasi
Karakteristik noticing calon guru matematika dalam menstimulasi higher order thinking siswa dalam menyelesaikan masalah matematika / Restu Lusiana
Abstrak
Noticing atau kemampuan guru untuk memperhatikan peristiwa penting dalam pembelajaran merupakan salah satu keterampilan mengajar yang penting. Melalui kemampuan Noticing memungkinkan guru untuk berinteraksi dengan siswa secara lebih bermakna dan personal. Guru yang memiliki kemampuan noticing yang baik dapat memberikan tanggapan yang tepat dan relevan kepada siswa serta dapat membantu siswa untuk mengembangkan pemikiran dan pemahamannya secara lebih mendalam. Pemikiran siswa dalam menyelesaikan masalah merupakan salah satu hal yang perlu dikembangkan oleh guru karena masih banyak siswa yang mengalami hambatan dalam menyelesaikan masalah berbasis Higher Order Thinking (HOT). Noticing diakui sebagai kompetensi penting bagi calon guru matematika sehingga perlu dilakukan penelitian terus menerus untuk menggali noticing calon guru dan bagaimana hal tersebut dapat dikembangkan. Penelitian tentang karakteristik noticing calon guru dalam pembelajaran matematika memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika mendukung keberhasilan siswa mengembangkan pengetahuan tentang pembelajaran matematika dan mendukung kebijakan di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki karakteristik noticing calon guru matematika untuk menstimulasi HOT siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory merujuk pada proses induktif yang memiliki tujuan membangun teori. Penelitan ini melibatkan 71 calon guru yang terdiri dari 52 calon guru reguler dan 19 calon guru PPG Prajabatan. Data penelitian dikumpulkan berupa catatan lapangan hasil observasi pembelajaran dan wawancara. Peneliti menganalisis data dengan analisis perbandingan tetap (constant comparison analysis) diawali dengan pengumpulan data (data collection) koding terbuka (open coding) pembentukan konsep (axial coding) dan kategorisasi (selective coding). Selanjutnya peneliti menginterpretasikan hasil temuan berdasarkan hasil penyajian temuan. Interpretasi dinyatakan dalam bentuk deskripsi. Deskripsi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu merinci data sebagai informasi yang dapat membantu peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa karakteristik noticing calon guru matematika untuk mentimulasi HOT siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dilakukan melalui empat tahapan yaitu attending interpreting clarifying dan responding. Tahapan clarifying merupakan temuan penelitian ini dimana tahap ini muncul ketika peristiwa yang diperhatikan oleh calon guru bersifat implisit atau tersirat sehingga dibutuhkan klarifikasi untuk memperkuat hasil interpretasinya dan memutuskan bagaimana memberikan tanggapan kepada siswa. Clarifying merupakan tahapan yang menjembatani tahap interpreting dan responding. Adapun karakteristik tahapan noticing calon guru untuk menstimulasi HOT siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tersebut meliputi (1) attending yang ditandai dengan adanya aktivitas calon guru melihat dan menangkap momen/ peristiwa penting dalam proses pembelajaran yang menggambarkan pemikiran siswa. Peristiwa yang dilihat dan ditangkap oleh calon guru selama proses pembelajaran bertujuan untuk melihat bahwa siswa dapat mengikuti instruksi pembelajaran dan instruksi masalah yang diberikan melihat bahwa siswa memberikan jawaban dengan benar atau salah melihat konsep matematika dan strategi berpikir yang digunakan oleh siswa serta melihat bahwa siswa mengalami kebingungan kesulitan atau ketidakpahaman dalam menyelesaikan masalah. (2) interpreting yang ditandai adanya aktivitas calon guru dalam menidentifikasi memberikan makna dan membuat dugaan tentang pemikiran siswa dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk memahami makna tentang peristiwa yang dilihat dan mengambil keputusan untuk memilih tindakan yang sesuai (3) clarifying yang ditandai adanya aktivitas memperjelas detail dan strategi pemikiran siswa yang tersirat dan belum dipahami melalui komunikasi dua arah antara calon guru dan siswa (4) responding yang ditandai adanya tindakan spesifik calon guru yang diambil setelah mereka menginterpretasi dan mengklarifikasi peristiwa yang menggambarkan pemikiran siswa dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dan mengklarifikasi detail dan strategi pemikiran siswa membantu siswa untuk memahami konsep menjembatani strategi pemikiran dan membangun pemikiran baru dalam menyelesaikan masalah serta membantu siswa mengembangkan strategi penyelesaian dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis kreatif siswa dalam meyelesaikan masalah matematika.