Skripsi
Penerapan model pendampingan mahasiswa disabilitas oleh unit kemahasiswaan gerakan peduli inlklusi dan disabilitas (ukm gempita) di universitas negeri malang / VITA MARDILAH
Abstrak
Penyandang disabilitas didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki keterbatasan fisik intelektual mental dan / atau sensorik dalam jangka panjang yang menghalangi mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan serta berpartisipasi secara penuh dan efektif dalam masyarakat. Penyandang disabilitas dengan keterbatasan yang dimiliki dituntut harus mampu melakukan aktivitas seperti selayaknya orang kebanyakan Salah satunya prihal pendidikan. Pasal 40 ayat (1) UU No. 8 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa ldquo Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyelenggarakan dan / atau memfasilitasi pendidikan untuk Penyandang Disabilitas di setiap jalur jenis dan jenjang pendidikan sesuai dengan kewenangannya rdquo . Di Universitas Negeri Malang memberikan fasilitas kepada mahasiswa disabilitas berupa layanan pendampingan akademik dan non akademik dalam organisasi unit kemahasiswaan gerakan peduli inklusi dan disabilitas layanan yang dapat membentuk penyandang disabilitas yang mandiri dan kompeten di lingkungan kehidupan masyarakat normal. Fokus penelitian meliputi (1) pelaksanaan pendampingan mahasiswa disabilitas oleh UKM GEMPITA Universitas Negeri Malang. (2) kendala pada pelaksanaan pendampingan mahasiswa disabilitas Universitas Negeri Malang. (3) upaya yang dilakukan oleh UKM GEMPITA UM untuk meminimalisir kendala pada pelaksanaan pendampingan mahasiswa disabilitas Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan berdasarkan pendapat Miles dan Huberman yaitu 1) reduksi data. 2) data display. 3) verifikasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan pendampingan mahasiswa disabilitas oleh UKM GEMPITA UM sudah cukup baik. Adanya layanan pendampingan mahasiswa disabilitas yang telah dibekali dengan keterampilan khusus dapat meminimalisir kesulitan dalam proses perkuliahan. Namun pendamping yang memiliki jiwa sosial yang tinggi komitmen bertanggung jawab dalam membantu mahasiswa disabilitas semakin berkurang. Pendamping merupakan mahasiswa yang juga memiliki jadwal kuliah masing-masing sehingga penjadwalan pendamping dengan mahasiswa disabilitas juga sering bentrok. Saran yang dapat peniliti berikan adalah diharapkan bisa menambah kegiatan pelatihan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan pendamping dalam mendampingi setiap mahasiswa disabilitas seperti pelatihan oreintasi mobilitas dan pelatihan bahasa isyarat dua minggu sekali. Evaluasi setiap sebulan sekali oleh pengurus pendamping dan mahasiswa disabilitas secara berkala. Serta diadakannya sosialisasi terkait kesadaran lingkungan akan kehadiran mahasiswa disabilitas untuk para tenaga pendidik di Universitas negeri Malang oleh UKM GEMPITA sosialisasi dilaksanakan secara daring di awal tahun pembelajaran baru.