Skripsi
Problematika keterampilan memasak bagi disabilitas netra / Sandyakalaning Permata Megawati
Abstrak
Pada dasarnya masyarakat awam berpikir bahwasanya individu tunanetra tidak mempunyai keandalan diri untuk mandiri Anggapan ini menimbulkan keraguan terhadap kapasitas mereka baik dalam dunia kerja ataupun dalam menjalani aktivitas harian. Memasak merupakan keterampilan dasar setiap manusia untuk bertahan hidup meskipun tunanetra bisa memesan makanan melalui aplikasi online tetapi memasak penting diajarkan untuk tunanetra agar tunanetra bisa memenuhi kebutuhannya sendiri secara mandiri. Fokus penelitian meliputi (1) problematika tunanetra mengenal bahan masakan (2) problematika tunanetra mengenal resep masakan (3) problematika tunanetra mengolah bahan masakan (4) faktor pendukung / penghambat apa saja yang tunanetra dapatkan ketika belajar memasak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berdasarkan pendapat Miles dan Huberman yaitu (1) Reduksi data (2) Penyajian data (3) Verifikasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan (1) problematika tunanetra mengenal bahan masakan meliputi ketidak pahaman tunanetra mengenal bahan masakan ketika dijelaskan tanpa ada benda konkret seperti sayur-sayuran bumbu-bumbu dapur maupun daging-dagingan. (2) problematika tunanetra mengenal resep masakan meliputi ketidak pahaman tunanetra mengaplikasikan penjelasan resep makanan tanpa ada pembelajaran langsung atau praktek. (3) problematika tunanetra mengolah bahan masakan meliputi ketidak pahaman tunanetra mengaplikasikan teknik memasak yang hanya dijelaskan melalui internet maupun buku braille tanpa adanya pengarahan dari orang awas. (4) faktor pendukung / penghambat apa saja yang tunanetra dapatkan ketika belajar memasak meliputi ketidak percayaan dan kurangnya akses mengenal bahan masakan secara langsung maupun tidak langsung sementara itu faktor pendukung berupa dukungan dan kepercayaan dari keluarga guru maupun teman untuk membiarkan tunanetra belajar memasak dengan pendampingan. Saran ditunjukkan kepada (1) diharapkan pihak sekolah maupun tenaga pendidik mengizinkan penyandang tunanetra untuk mengeksplor kemampuan mereka dalam bidang memasak karena keterampilan memasak merupakan keterampilan hidup yang harus diberikan untuk bekal penyandang tunenetra di masa depan.. (2) diharapkan pihak keluarga tidak mengekang atau terlalu memanjakan penyandang tunanetra untuk tidak memperbolehkan penyandang tunanetra melakukan aktivitas di dapur dikarenakan alasan yang bisa membuat penyandang tunanetra menjadi ketergantungan dengan orang lain. (3) diharapkan pihak teman sebaya penyandang tunanetra bisa mendampingi dan mengarahkan penyandang tunanetra ketika ingin belajar memasak.. (4) diharapkan pihak konten kreator ataupun bloger memasak dapat mendiskripsikan secara rinci tentang bahan makanan dan tata cara pengolahan makanan baik di Youtube maupun di google karena pendengar maupun pembaca kalian tidak hanya orang yang bisa melihat namun ada juga orang yang memiliki hambatan penglihatan. (5) diharapkan pihak majalah braille bisa memvariasi resep makanan yang dicantumkan dan penerbitan majalah braille bisa diadakan 2 minggu sekali atau 1 minggu sekali.