Skripsi
Korelasi partisipasi dalam pelatihan terhadap keberdayaan ekonomi anggota kelompok swadaya masyarakat pengelola tempat pengolahan sampah terpadu di Kabupaten BANYUMAS / Devi Komala Pujiati
Abstrak
Partisipasi dalam pelatihan terbagi menjadi tiga kategori non-partisipasi tokenisme dan kekuasaan masyarakat. Keberdayaan ekonomi melibatkan pendapatan akses sumber daya keterampilan dan kemandirian serta kualitas hidup. Hal yang melatarbelakangi penelitian yakni tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Kabupaten Banyumas melibatkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) sebagai operator dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas sebagai regulator dengan program pengolahan sampah yang memberikan manfaat pengetahuan keterampilan dan pendapatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan partisipasi dalam pelatihan anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas (2) mendeskripsikan keberdayaan ekonomi anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas (3) mengetahui korelasi partisipasi dalam pelatihan kategori non-partisipasi terhadap keberdayaan ekonomi anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas (4) mengetahui korelasi partisipasi dalam pelatihan kategori tokenism terhadap keberdayaan ekonomi anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas (5) mengetahui partisipasi dalam pelatihan kategori kekuasaan masyarakat anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas dan (6) mengetahui korelasi partisipasi dalam pelatihan terhadap keberdayaan ekonomi anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian deskriptif korelasional. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian mencakup (1) analisis deskriptif data penelitian (2) uji prasyarat analisis dan (3) uji hipotesis. Populasi penelitian sebesar 368 anggota KSM. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik area proportional random sampling dan diperoleh sebanyak 79 anggota KSM sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) partisipasi anggota KSM perlu ditingkatkan melalui tiga kategori partisipasi non-partisipasi tokenism dan kekuasaan masyarakat (2) keberdayaan ekonomi anggota KSM tidak hanya dilihat dari aspek finansial tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan sosial (3) partisipasi dalam pelatihan kategori non-partisipasi melibatkan anggota KSM secara minimal dan lebih banyak bersifat manipulatif (4) partisipasi dalam pelatihan kategori tokenism melibatkan anggota KSM dalam pengambilan keputusan dan merumuskan solusi masalah namun tetap pemerintah yang menentukan keputusan (5) partisipasi dalam pelatihan kategori kekuasaan masyarakat merupakan kondisi ideal memiliki kendali penuh dan pemerintah sebagai fasilitator serta (6) partisipasi dalam pelatihan memiliki korelasi positif terhadap keberdayaan ekonomi anggota KSM pengelola TPST di Kabupaten Banyumas. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini (1) bagi Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas perlu untuk penguatan kapasitas anggota KSM melalui pelatihan berkelanjutan membuka ruang dialog yang inklusif serta mendelegasikan lebih banyak kewenangan kepada KSM (2) bagi Kelompok Swadaya Masyarakat pengelola TPST Kabupaten Banyumas perlu untuk memaksimalkan partisipasi meningkatkan program pengelolaan sampah dan memperbaiki kinerja (3) bagi peneliti selanjutnya perlu untuk menambah atau menggunakan variabel lain yang dinilai memiliki korelasi terhadap keberdayaan ekonomi serta menambah sumber data penelitian.