Tesis
Pengembangan gerak dasar lokomotor, non lokomotor dan manipulatif untuk kognitif siswa Kelas 1 SD di SDN Bandulan 05 Kota Malang / Humaid Ali Hasan
Abstrak
Berdasarkan Analisis Kebutuhan Sebanyak 20 siswa kelas 1 SD Bandulan 05 Kota Malang diperoleh hasil data pembelajaran gerak dasar berbasis neurosains dengan instrumen nomor 7 diperoleh hasil 18 siswa (90%) menjawab setuju dan 2 siswa (100%) menjawab tidak setuju. Materi gerak dasar disajikan dalam bentuk media dengan instrumen nomor 4 diperoleh hasil 15 siswa (75%) menjawab setuju dan 5 siswa (25%) menjawab kurang setuju. Untuk gerak dasar yang sulit dilakukan dengan instrumen nomor 2 diperoleh hasil 15 siswa (65%) menjawab mayoritas gerak dasar dan 5 siswa (25%) menjawab gerak berjalan dan berlari sebagai kebiasaan. Bentuk media sesuai untuk penyajian materi pembelajaran gerak dasar dengan instrumen nomor 9 diperoleh hasil 14 siswa (70%) menjawab buku ajar 5 siswa (25%) menjawab lainnya dan 1 siswa (5%) menjawab VCD dan ketika diberi materi gerak dasar 15 siswa (70%) sering mengeluh dan 5 siswa (25%) kadang kadang mengeluh jadi Guru dan Siswa setuju kalau dibuatkan berupa Buku ajar berbentuk Permainan berbasis Neurosains untuk perkembangan kognitif siswa. Tujuan pengembangan model permainan gerak dasar terhadap perkembangan kognitif siswa kelas I SDN Bandulan 5 Kota Malang yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kognitif siswa dalam kegiatan belajar penjas dalam mengembangkan bahan belajar tematik yang terbatas sumbernya dan mengembangkan kemampuan kinerja kognitif dari olahraga permainan. Prosedur pengembangan ini menggunakan model Borg amp Gall yang diadaptasi menjadi sederhana yang terdiri dari (1) Mengadakan akumulasi data dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 siswa SDN Bandulan 5 Kota Malang (2) Pengembangan awal (3) Validasi produk kepada 4 ahli (4) Revisi produk awal (5) Melaksanakan uji skala kecil kepada 10 responden (5) Revisi produk pertama (6) melakukan uji skala besar kepada 30 responden (7) Revisi produk akhir. Berdasarkan hasil penilaian validasi dari para ahli diperoleh tingkat validitas dari ahli media 85% ahli permainan 91% ahli pembelajaran 88% dan ahli neurologi 89%. Berdasarkan hasil uji skala kecil diperoleh tingkat validitas 88% yang termasuk dalam kategori kualitas produk sangat baik. Dari uji skala besar diperoleh tingkat validitas 88% termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan dari hasil analisis data tersebut dapat dinyatakan bahwa media permainan gerak dasar lokomotor non lokomotor dan manipulatif terhadap perkembangan sensorik siswa kelas 1 SDN Bandulan 5 Kota Malang. Berdasarkan kesimpulan yang dihasilkan maka disarankan permainan gerak dasar terhadap perkembangan kognitif dapat dijadikan model pembelajaran penjas terhadap siswa SDN Bandulan 5 Kota Malang