Tesis
Efektivitas self- nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) ekstrak bawang putih tunggal sebagai inhibitor potensial adipogenesis pada model diferensiasi adiposit secara in vitro / Putri Elok Septiana Dewi
Abstrak
Obesitas merupakan sindrom metabolik akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat yang menyebabkan disregulasi fungsi adiposit. Terapi regulator adipogenesis melalui ekstrak bawang putih tunggal (EBT) merupakan inovasi baru untuk memperbaiki obesitas karena mengandung orgnosulfur yang memiliki kemmpuan menghambat adipogenesis. EBT memiliki bioavailabilitas rendah sehingga perlu dilindungi dengan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji toksisitas SNEDDS EBT terhadap sel 3T3-L1 preadiposit dan menjelaskan efektivitas SNEDDS EBT sebagai inhibitor adipogenesis terhadap ekspresi GLUT4 ekspresi Adiponektin dan akumulasi lipid Metode Penelitian terdiri dari ekstraksi EBT formulsi SNEDDS EBT uji toksisitas analisis akumulasi lipid dan analisis ekspresi protein. Ekstraksi EBT dilakukan dengan metode maserasi menggunkan pelarut ethnol 70%. Formulasi SNEDDS EBT mengandung Tween 80 sebagai surfaktan seberat 3 g gliserol sebagai kosurfaktan seberat 1 5 g VCO sebagai carrier oil seberat 0 500 g dan EBT sebanyak 100 micro L. Sel 3T3-L1 dikultur dalam media kultur yang terdiri dari 1% Penicilin streptomicin 10% Fetal Bovine Serum dan DMEM High Glukose. Uji toksisitas untuk menganalisis viabilitas sel 3T3-L1 prediposit dengan pemberian EBT (0 625 1 25 2 5 5 10 dan 20 ppm) dan SNEDDS EBT (62 5 125 250 500 1000 dan 2000 ppm) Diferensiasi sel 3T3-L1 diinduksi dengan media induksi diferensi yang terdiri dari IBMX Dexamethasone dan insulin dalam media kultur (2x24 jam). Hari ke-3 diganti dengan media kultur yang mengandung insulin (3x24 jam). Sel 3T3-L1 telah menjadi sel adiposit diberi perlakuan EBT 10 ppm dan SNEEDS EBT (31 25 ppm 15 625 ppm dan 7 8125 ppm) (2x24 jam). Sel 3T3 L1 kemudian dianalisis akumulasi lipid dengan pewarnaan Oil Red O dan analisis ekspresi protein Glut4 dan Adiponektin dengan immunocytochemistry (ICC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EBT dan SNEDDS EBT tidak bersifat toksik. Pemberian EBT dan SNEDDS EBT menunjukkan sedikit adanya penurunan akumulasi lipid hal ini disebabkan senyawa polifenol menekan massa lipid melalui diferensiasi adiposit mengurangi lipogenesis dan meningkatkan lipolisis. SNEDDS EBT dengan konsentrasi 16 625 ppm mampu meningkatkan ekspresi protein GLUT4 sebesar 31 54 plusmn 0 57 AU dan Adiponektin sebesar 17 945 plusmn 0 61 AU yang menunjukkan potensi pencegahan obesitas dengan menghambat adipogenesis. SNEDDS EBT mengandung diallyl trisulphide yang mampu menghambat diferensiasi preadiposit 3T3-L1 menjadi adiposit melalui penekanan ekspresi C/EBP alpha C/EBP beta dan PPAR gamma . kemudian mengaktifkan jalur ERK dengan meningkatkan kadar gen oksidasi asam lemak (PGC-1 beta dan UCP1) sehingga akumulasi trigliserida intraseluler dihambat dan meningkatkan adiponektin pada adiposit 3T3-L1. SNEDDS EBT juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan regulasi GLUT 4 dengan meningkatkan sensitivitas insulin.