Skripsi
Pengaruh model pembelajaran kontekstual pada pelajaran sejarah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gondang / Nadia Putri Rahmatika
Abstrak
Pembelajaran sejarah sangat penting bagi siswa sebab mampu mengasah kemampuan berpikir kritis yang wajib dimiliki siswa di abad 21 ini. Namun kenyataannya kemampuan ini masih rendah karena terdapat beberapa guru yang menggunakan model pembelajaran yang bersifat teacher-centered seperti di SMA Negeri 1 Gondang. Pernyataan ini didasarkan pada data yang telah dikumpulkan sehingga guru perlu menerapkan model dalam suatu kegiatan belajar-mengajar agar kemampuan tersebut terasah dengan baik. Salah satunya melalui model pembelajaran kontekstual. Sebab pembelajaran kontekstual (CTL) yaitu suatu desain pembelajaran yang mengaitkan pelajaran dengan kehidupan siswa sesuai dengan pengetahuan dan pengalamannya. Model ini bukan hanya fokus pada pemberian materi namun juga mengaitkan permasalahan nyata di sekitar siswa dengan materi yang diajarkan. Pada pembelajaran kontekstual siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam mengumpulkan data memahami isu atau memecahkan masalah. Maka dari itu peneliti bertujuan untuk melihat kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas yang tidak diajar dengan menggunakan CTL dan kelas yang menggunakan model CTL. Serta mengukur berpengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas XI SMAN 1 Gondang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis kuasi eksperimen tipe Nonequivalen Control Group Design dengan populasi yaitu semua siswa kelas XI SMAN 1 Gondang. Sedangkan untuk sampel yang diambil adalah XI-6 (kelas eksperimen) dan XI-4 (kelas kontrol) yang ditentukan melalui teknik Nonprobability Sampling dengan purpose sampling pada kriteria tertentu. Data ini bersumber dari perolehan pretest serta posttest pada kedua sampel yang kemudian akan di uji analisis meliputi uji normalitas uji homogenitas dan uji hipotesis (uji independent sampel t-Test). Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa Model CTL mampu mempengaruhi keterampilan siswa dalam berpikir kritis. Kesimpulan ini diambil dari rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen menunjukkan perkembangan yang lebih baik daripada kelas kontrol. Perkembangan ini terjadi karena dalam pembelajaran kontekstual siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran. Selama pembelajaran siswa dituntut untuk dapat menemukan sendiri pengetahuannya dan pemberian tugas LKPD yang berupa analisis dan pemecahan masalah. Meskipun perkembangan kemampuan tersebut tidak maksimal karena beberapa kekurangan dari model CTL. Selain itu berdasarkan perolehan Uji-T menunjukkan nilai sig. sebesar 0 034 lt 0 05 dengan nilai t-hitung 2 170 gt t-tabel 1 670 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual (CTL) dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 1 Gondang Nganjuk.