Skripsi
Hubungan self-esteem dan self-disclosure dengan kepercayaan diri pengguna instagram di kalangan mahasiswa fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Malang / Siti Aisyah
Abstrak
Aisyah Siti. 2024. Hubungan Self-Esteem dan Self-disclosure Kepercayaan Diri Pengguna Instagram Di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Henny Indreswari M. Pd. (II) Dr. Yuliati Hotifah S.Psi M.Pd. Kata Kunci self-esteem Self-disclosure kepercayaan diri Dalam konteks perkembangan zaman media sosial telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari remaja dan dewasa awal. Sebagai alat komunikasi dan interaksi online Instagram memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan individu terutama pada fase mahasiswa dan dewasa awal salah satunya kepercayaan diri. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri termasuk pendidikan konsep diri self-esteem dan Self- disclosure. Self-disclosure atau pengungkapan diri adalah bentuk komunikasi di mana seseorang secara aktif membagikan informasi pribadi yang biasanya tidak diketahui orang lain tetapi sekarang dibagikan kepada orang lain. Pengungkapan diri juga tidak terlepas dari adanya self-esteem. Self-esteem adalah nilai yang tertanam dalam diri seseorang dan mencerminkan orientasi positif atau negatif individu terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan Self-disclosure dengan kepercayaan diri pengguna Instagram di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dalam hal ini adalah hubungan positif antara Self-esteem (X1) dan Self-disclosure (X2) dengan kepercayaan diri (Y) pengguna Instagram di Kalangan mahasiswa Angkatan 2021 di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan batas toleransi kesalahan ditentukan sebesar 5%. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Cluster Random Sampling dan jumlah sampel penelitian 216 mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk instrument self-esteem yaitu modifikasi dari instrumen yang digunakan Fuzari (2021) dan dilakukan uji validitas dan nilai realibilitas 0 898. Sedangkan instrumen self-disclosure dan kepercayaan diri diadopsi dari (Arum 2023). Analisis data menggunakan korelasi sederhana dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-esteem dengan kepercayaan diri yang dibuktikan dengan nilai sig 0 000 lt 0 05 korelasi (r) sebesar 0 495 menunjukkan bahwa tingkat korelasi sedang antara self-esteem dengan kepercayaan diri. Selanjutnya didapatkan nilai sig 0 002 lt 0 05 artinya dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Self-disclosure dengan kepercayaan diri korelasi (r) sebesar 0 175 menunjukkan bahwa tingkat korelasi sangat rendah antara Self-disclosure dengan kepercayaan diri. Kemudian hasil uji korelasi linear berganda menunjukkan nilai Sig. F 0 000 lt 0 05 koefisien korelasi (R) sebesar 0 504 yang artinya terdaapat hubungan antara self-esteem dan self- disclosure dengan kepercayaan diri yang tingkat korelasinya sedang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan dengan korelasi sedang antara self-esteem dan self-disclosure dengan kepercayaan diri di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Self- esteem atau penghargaan terhadap diri sendiri memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri seseorang. Mahasiswa dengan tingkat self-esteem yang tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu self-disclosure yaitu kemampuan untuk terbuka dan mengungkapkan pikiran serta perasaan kepada orang lain juga menunjukkan hubungan positif dengan kepercayaan diri. Mahasiswa yang lebih sering melakukan Self-disclosure cenderung merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam berinteraksi sosial yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan diri mereka. Secara keseluruhan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan self-esteem dan Self-disclosure dapat berdampak positif pada peningkatan kepercayaan diri pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung perkembangan peserta didik terutama dalam pencapaian tugas perkembangan pada aspek pribadi dan sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui penyediaan layanan dasar dan responsif yang didasarkan pada hasil penilaian kebutuhan. Layanan dasar diberikan kepada semua peserta didik melalui kegiatan individu maupun kelompok dengan tujuan membantu mereka mencapai perkembangan yang normal. Sedangkan layanan responsif ditujukan untuk peserta didik yang menghadapi masalah seperti kepercayaan diri yang rendah.