Tesis
Analisis epistemological beliefs dan technological pedagogical and content knowledge (TPACK) pada calon guru fisika di Universitas Negeri Malang / Ummul Khoiriyah
Abstrak
Khoiriyah Ummul. 2024. Analisis Epistemological Beliefs dan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Mahasiswa Calon Guru Fisika di Universitas Negeri Malang. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing (I) Prof. Dr. Endang Purwaningsih M. Si (II) Nuril Munfaridah S.Pd. M.Pd. Ph.D. Kata Kunci Epistemological Beliefs TPACK Asistensi Mengajar PPG Prajabatan Guru memiliki peran penting dalam terlaksananya pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan perhatian terhadap Epistemological Beliefs (EB) dan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) menjadi hal yang krusial. EB mencerminakn keyakinan calon guru tentang hakikat pengetahuan dan proses belajar yang mempengaruhi bagaimana mereka mendapatkan mengelola dan mendistribusikan informasi kepada siswa. TPACK mencakup pengetahuan yang diperlukan calon guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran secara efektif. Kepercayaan yang rendah dapat menyebabkan calon guru kurang percaya diri dalam mengajarkan konsep-konsep yang kompleks sehingga mengurangi efektivitas dalam pengajaran. Individu dengan epistemological beliefs yang rendah memiliki kemungkinan tidak mampu mengevaluasi informasi secara kritis atau memahami kompleksitas ilmu pengetahuan dapat mengakibatkan pendekatan pengajaran yang kurang efektif. Selama ini penelitian yang menyelidiki EB dan TPACK secara terpisah masih terdapat kesenjangan dalam literatur yang mengeksplorasi interaksi antara kedua konsep ini dalam konteks pengembangan profesional guru fisika. Terutama sedikit yang diketahui bagaimana EB dan TPACK berkembang pada mahasiswa calon guru yang menempuh program Asistensi Mengajar (AM) dan mahasiswa calon guru yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Penelitian ini mengadopsi mixed method dengan desain explanatory sequential. Penelitian kuantitatif dimulai dengan mendistribusikan kuesioner menggunakan skala Likert 4 poin mengenai EB yang berjumlah 32 butir mengadopsi milik Lindfors dan TPACK sebanyak 40 butir pertanyaan mengadopsi milik Arif Hidayat dan untuk PCK mengadopsi dari Magnusson. Data kualitatif melibatkan 2 mahasiswa calon guru yang menempuh AM dilakukan wawancara dan observasi lapangan dan 2 mahasiswa calon guru yang mengikuti PPG Prajabatan dilakukan wawancara dan analisa video pembelajaran di kelas. Analisis data secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif mean standar deviasi minimum maksimum dan persentase sedangkan analisis data kualitatif meliputi reduksi data penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil analisis epistemological beliefs mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dapat disimpulkan bahwa semua berada pada kategori baik dengan skor persentase rerata masing-masing sebesar 75.9%. Mahasiswa AM menganggap bahwa pengetahuan fisika tidak hanya berasal dari teori dan konsep tertulis tetapi dari pengalaman langsung dan dengan fenomena fisika. Pentingnya sumber pengetahuan yang beragam serta menekankan bahwa dalam pembelajaran fisika harus seimbang antara teori dan praktik. Mahasiswa AM merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sistematis dan terstruktur dimulai dari konsep abstrak dasar hingga materi yang lebih kompleks serta mendorong keterlibatan siswa dalam eksperimen dan diskusi. Secara keseluruhan mahasiswa AM tergolong dalam transitional dan instructive guru memegang peran utama dalam menyampiakan materi sementara siswa lebih banyak berperan sebagai penerima informasi. Epistemological Beliefs yang dimiliki oleh mahasiswa PPG Prajabatan fisika tergolong baik dengan skor persentase rerata sebesar 76.2%. Mahasiswa PPG Prajabatan memahami bahwa pengetahuan fisika terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Pengetahuan diperoleh melalui berbagai sumber seperti buku internet dan diskusi. Dalam proses pembelajaran fokus pada pembelajaran aktif dan kontekstual menggunakan eksperimen simulasi dan teknologi digital. Keandalan sumber informasi selalu diperiksa dan mengintegrasikan teori dan praktik membangun pengetahuan secara bertahap dari dasar menuju materi yang lebih kompleks. Secara keseluruhan mahasiswa PPG Prajabatan tergolong dalam students focused (refom-based) bahwa pembelajaran berpusat pada siswa di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam membantu siswa menemukan dan memahami konsep secara mandiri. TPACK yang dimiliki oleh mahasiswa Asistensi Mengajar ndash AM dan mahasiswa PPG prajabatan fisika tergolong sangat baik dengan skor persentase rerata masing-masing sebesar 87 2% dan 88.4%. Hal ini mengindikasikan meskipun memiliki perbedaan 1.2% pada nilai persentase yang bahwa mahasiswa pendidikan fisika yang telah dibekali dengan pemahaman TPACK yang baik memiliki kemampuan yang baik dengan mahasiswa PPG prajabatan fisika dengan keunggulan pada mahasiswa PPG terlihat pada aspek penggunaan teknologi digital dan konten. Setiap komponen TPACK berperan penting dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru dan pembelajaran meskipun penekanan pada masing-masing komponen bervariasi antara mahasiswa pendidikan fisika dan mahasiswa PPG. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Asistensi Mengajar (AM) berdampak pada penguatan kompetensi pedagogis serta penerapan teknologi digital dalam pembelajaran yang digunakan bervariasi dengan memanfaatkann pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik. Pada program PPG efektif dalam melatih kompetensi teknologi pedagogi dan konten (TPACK) calon guru fisika yang berdampak positif pada kesiapan mereka untuk mengimplementasikan teknologi dalam pengajaran serta meningkatkan kualitas pembelajaran.