Tesis
Resistansi Royyan Julian dan Muna Masyari terhadap budaya Madura melalui prosa fiksi serta pemanfaatannya untuk pembelajaran bahasa Indonesia / Dinda Triana Cindi
Abstrak
Royyan Julian dan Muna Masyari berusaha berkomunikasi dengan masyarakat dan para pembaca atau penikmat sastra melalui karya sastra. Oleh karena itu tidak bisa dimungkiri bahwa karya sastra merupakan karya yang di dalamnya terdapat kritik dan pesan yang ingin disampaikan pengarang dengan latar belakang permasalahan yang ada. Royyan Julian dan Muna Masyari menghadirkan kritik dalam karya sastra terutama yang ada dalam prosa fiksi sebagai bentuk resistansi atau perlawanan atas masalah-masalah yang terjadi dalam sistem kehidupan masyarakat Madura terutama dalam sistem kebudayaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resistansi Royyan Julian dan Muna Masyari melalui prosa fiksi dan pemanfaatannya untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam mencapai tujuan tersebut kajian penelitian ini difokuskan pada tiga hal yaitu (1) bentuk perlawanan publik dan perlawanan tersembunyi terhadap budaya Madura dalam prosa fiksi karya Royyan Julian dan Muna Masyari (2) faktor yang memengaruhi Royyan Julian dan Muna Masyari melakukan resistansi terhadap budaya Madura melalui prosa fiksi yang diciptakan (3) pemanfaatan hasil penelitian untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dengan orientasi teoretis sosiologi sastra dan resistansi. Data penelitian ini berupa data verbal yang berupa kata kalimat serta paragraf yang memuat bentuk-bentuk perlawanan publik dan perlawanan tersembunyi yang dilakukan oleh Royyan Julian dan Muna Masyari terhadap budaya Madura dalam prosa fiksi yang diciptakan serta pemanfaatannya untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Data penelitian ini juga berupa hasil wawancara mengenai faktor yang memengaruhi Royyan Julian dan Muna Masyari melakukan resistansi terhadap budaya Madura. Sumber data penelitian ini adalah Royyan Julian dan Muna Masyari serta prosa fiksi yang diciptakan. Prosa fiksi berupa novel dan antologi cerpen. Prosa fiksi tersebut meliputi novel Tiang Garam dan Tanjung Kemarau karya Royyan Julian serta antologi cerpen Kembang Selir dan Rokat Tase rsquo karya Muna Masyari. Data diperoleh dengan menggunakan studi dokumen dan wawancara dengan instrumen bantu seperti tabel penjaringan data pedoman wawancara alat perekam dan transkrip rekaman wawancara. Hasil penelitian ini memaparkan (1) bentuk perlawanan publik (public transcript) dan perlawanan tersembunyi (hidden transcript) dalam prosa fiksi karya Royyan Julian dan Muna Masyari yang dapat dilihat dari beberapa subaspek yaitu perlawanan publik dalam bentuk kemarahan perlawanan publik dalam bentuk kekerasan perlawanan publik dalam bentuk ancaman perlawanan publik dalam bentuk pemberontakan atau penentangan perlawanan tersembunyi dalam bentuk sindiran perlawanan tersembunyi dalam bentuk gosip perlawanan tersembunyi dalam bentuk umpatan dalam hati perlawanan tersembunyi dalam bentuk tangisan (2) faktor yang memengaruhi Royyan Julian dan Muna Masyari melakukan resistansi mengacu pada aspek sosiologi pengarang seperti status sosial pengarang latar belakang sosial budaya pengarang ideologi sosial pengarang posisi sosial pengarang dalam masyarakat masyarakat pembaca yang dituju mata pencaharian sastrawan atau dasar ekonomi produksi sastra dan profesionalisme dalam kepengarangan (3) hasil temuan penelitian dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi prosa fiksi sebagai strategi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta media untuk mengenalkan kebudayaan.