Skripsi
Perbedaan penggunaan dosis koagulan biji kelor terhadap kualitas air limbah tahu / Alfaka Ramadhan
Abstrak
Air limbah tahu perlu untuk dilakukan pengolahan karena kandungannya dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia yang kemudian mengganggu kelangsungan hidup organisme lingkungan termasuk mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Belum tersedianya sistem pengolahan yang efektif membuat air limbah tahu tidak bisa langsung dibuang maupun dimanfaatkan. Salah satu bentuk pengolahan air limbah tahu adalah dengan penggunaan koagulan. Koagulan yang dapat digunakan yaitu biji kelor karena memiliki kemampuan untuk mengikat partikel koloid yang ada pada air limbah tahu. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui adanya perbedaan mengenai penggunaan dosis koagulan biji kelor terhadap kualitas air limbah tahu dengan parameter pH kekeruhan suhu dan amonia. Metode penelitian yang dilakukan berupa eksperimen paskaperlakuan dengan kontrol sebagai pembanding. Penggunaan koagulan biji kelor dilakukan dengan pemberian dosis 0 4 8 dan 12 gram. Koagulan dicampurkan pada masing-masing air limbah tahu sebagai perlakuan. Kemudian parameter diukur dan dianalisis hasilnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai penggunaan dosis koagulan biji kelor terhadap kualitas air limbah tahu pada masing-masing parameter yaitu pH kekeruhan suhu dan kandungan amonia.