Skripsi
Hubungan antara penerimaan diri dengan kecenderungan narsistik perempuan dewasa awal pengguna tiktok / Dylla Kartika Ayu Putri
Abstrak
Abstrak Pada penggunaan media sosial khususnya tiktok banyak berdampak negatif seperti munculnya kecenderungan narsistik. Salah satu faktor dari munculnya kecenderungan narsistik adalah kurangnya penerimaan diri yang dimiliki individu. Dewasa awal adalah individu yang memiliki usia antara 20 hingga 40 tahun saat memasuki fase ini individu memiliki tanggung jawab serta yang dianggap lebih penting. Individu yang sudah masuk dalam dewasa awal akan dianggap cukup mampu dalam mejalankan tanggung jawab yang semakin besar. Pada fase tersebut seseorang akan mengalami perubahan pada tubuhnya serta pada masa ini individu akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial khususnya media sosial yang sangat berpengaruh pada prespektif fisik. Pengguna tiktok khususnya di Indonesia memiliki lebih banyak pengguna dengan gender perempuan. Banyaknya pengguna tiktok yang menggugah bagian tubuhnya seperti tubuh yang langsing atau estetis. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya penilaian diri sendiri pada perempuan serta akan membandingkan dengan standar yang dilihat sehingga akan memiliki penerimaan diri yang buruk. Kebanyakan perempuan dewasa awal lah yang menganggap jika berbeda dengan standar yang terlihat maka tidak bisa menerima dan tidak merasa bahagia. Penggunaan media sosial termasuk tiktok yang berlebihan akan berdampak negatif seperti munculnya kecenderungan narsistik. Seorang individu dengan kecenderungan narsistik yakin jika ia lebih unggul dalam segala aspek dibandingkan dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan pengaruh penerimaan diri dengan kecenderungan narsistik. Peserta dalam penelitian ini adalah perempuan dewasa awal berusia antara 20 hingga 40 tahun yang dipilih dengan menggunakan metode sampling aksidental.