UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Pengaruh model blended learning dan internet self-efficacy terhadap hasil belajar pendidikan Pancasila dan sikap kewarganegaraan digital siswa Kelas IV Sekolah Dasar / Mujtahidin

Mujtahidin - Nama Orang;

Abstrak
Integrasi teknologi dalam pembelajaran bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pendidikan untuk kebaikan bersama dalam masyarakat global. Sistem pendidikan di seluruh dunia berubah dengan cepat untuk mengimbangi teknologi terbaru dan mempersiapkan siswa sebagai warga negara digital. Pendidik abad ke-21 memiliki tugas penting untuk mendidik siswa tentang keamanan dunia maya guna mengatasi dan mencegah penyalahgunaan teknologi. Pendidikan tentang sikap kewarganegaraan digital penting untuk generasi muda agar mereka menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Guru perlu memanfaatkan teknologi untuk membuat pembelajaran inovatif dan fleksibel. Namun pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar kurang memberi kesempatan siswa mengeksplorasi dan menemukan pengetahuan dari sumber digital. Pemilihan model pembelajaran yang tepat penting untuk peningkatan hasil belajar. Model blended learning dapat menjadi solusi esensial untuk meningkatkan hasil belajar dan mempersiapkan generasi muda dan mempersiapkan generasi muda berperilaku bijak di dunia maya. Tingkat internet self-efficacy siswa yang berbeda diduga kuat sebagai salah satu faktor kontrol perilaku yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar. Model direct instruction digunakan sebagai kontrol untuk menguji efektifitas model blended learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar Pendidikan Pancasila antara siswa yang belajar menggunakan model blended learning dan direct instruction perbedaan hasil belajar Pendidikan Pancasila antara siswa yang memiliki internet self-efficacy tinggi dan rendah Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan sikap kewarganegaraan digital antara siswa yang belajar menggunakan model blended learning dan direct instruction serta perbedaan sikap kewarganegaraan digital antara siswa yang memiliki internet self-efficacy tinggi dan rendah. Selanjutnya penelitian ini juga bertujuan untuk menguji pengaruh interaksi antara model blended learning dengan internet self-efficacy terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dan pengaruh interaksi antara model blended learning dengan internet self-efficacy terhadap sikap kewarganegaraan digital. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design dengan unit perlakuan faktorial 2x2. Subjek penelitian sebanyak 288 siswa kelas IV sekolah dasar yang dibagi menjadi dua kelompok yakni 145 siswa pada kelompok eksperimen dan 143 siswa pada kelompok kontrol. Pengujian hipotesis menggunakan ANOVA dua jalur untuk menguji efek antar subjek dan MANOVA untuk menguji pengaruh interaksi antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipotesis diterima jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0 05 (Sig. lt 0 05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model blended learning memiliki nilai rata-rata hasil belajar Pendidikan Pancasila sebesar 69 72 lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan model direct instruction yang memiliki nilai rata-rata sebesar 65 70 (F hitung 4 949 Sig. 0 027). Siswa dengan internet self-efficacy tinggi memiliki nilai rata-rata hasil belajar sebesar 72 28 lebih tinggi dibandingkan siswa dengan internet self-efficacy rendah yang memiliki nilai rata-rata sebesar 66 48 (F hitung 8 815 Sig. 0 003). Selain itu siswa yang belajar dengan model blended learning memiliki nilai rata-rata sikap kewarganegaraan digital sebesar 68 49 lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan model direct instruction yang memiliki nilai rata-rata sebesar 65 62 (F hitung 8 856 Sig. 0 003). Siswa dengan internet self-efficacy tinggi memiliki nilai rata-rata sikap kewarganegaraan digital sebesar 69 47 lebih baik dibandingkan siswa dengan internet self-efficacy rendah yang memiliki nilai rata-rata sebesar 67 25 (F hitung 21 983 Sig. 0 000). Analisis MANOVA menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi signifikan antara model blended learning dan internet self-efficacy terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila namun analisis ANOVA 2 jalur menegaskan bahwa hasil belajar dipengaruhi secara independen oleh kedua variabel (F hitung 0 079 Sig. 0 779). Sebaliknya analisis MANOVA dan ANOVA 2 jalur menunjukkan adanya pengaruh interaksi signifikan antara model blended learning dan internet self-efficacy terhadap sikap kewarganegaraan digital (F hitung 6 938 Sig. 0 009) menegaskan bahwa kombinasi kedua variabel mempengaruhi sikap kewarganegaraan digital secara positif. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa guru dapat menggunakan model blended learning untuk membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila menanamkan semangat gotong royong modern dan mengembangkan aktivitas online yang positif. Guru perlu merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa untuk meningkatkan internet self-efficacy. Siswa disarankan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar aktif dan menumbuhkan perilaku etis serta bertanggung jawab. Siswa juga perlu meningkatkan motivasi intrinsik dalam menggunakan internet sebagai sumber belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini sekolah perlu mengembangkan kurikulum adaptif dan relevan dengan kebutuhan era digital serta memastikan akses yang sama terhadap teknologi. Peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektifitas model blended learning dengan mempertimbangkan internet self-efficacy menggunakan metode penelitian beragam seperti studi longitudinal atau eksperimen dengan subjek lebih luas. Peneliti lain juga dapat mengeksplorasi faktor lain yang mempengaruhi sikap kewarganegaraan digital seperti motivasi belajar gaya belajar lingkungan keluarga atau dukungan teman sebaya.


Informasi Detail
DDC
Rd 372.83044 MUJ p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Dasar, 2024.
Deskripsi Fisik
xvi, 399 lembar. : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00182/RD/24
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PENDIDIKAN DASAR) - HASIL BELAJAR
2. PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PENDIDIKAN DASAR) - MODEL PEMBELAJARAN
3. PANCASILA AND CITIZENSHIP EDUCATION (BASIC EDUCATION) - LEARNING OUTCOMES

Pembimbing
1. Prof. Dr. Wahjoedi, M.e.; 2. Prof. Dr. H. Sukowiyono, S.h., M.hum; 3. Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.pd, M.h.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik